Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 06:51 WIB

Rupiah Jeblok Lagi Dihantam Cadev dan Obligasi AS

Senin, 8 Oktober 2018 | 10:38 WIB

Berita Terkait

Rupiah Jeblok Lagi Dihantam Cadev dan Obligasi AS
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah antarbank di Jakarta, Senin pagi (8/10/2018), melemah 7 poin menjadi Rp15.190. Posisi sebelumnya Rp15.183 per US$.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengatakan, pelemahan mata uang Garuda ini dipantik kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Para pemilik modal banyak yang mengalihkan suitnya ke AS. Alhasi, dolar AS menguat di keranjang mata uang utama. "Imbal hasil untuk obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun naik menjadi 3,22 persen, tertinggi sejak Mei 2011," papar Lana.

Ia mengemukakan, naiknya imbal hasil obligasi AS itu, seiring respons pelaku pasar terhadap turunnya jumlah pengangguran di Amerika Serikat pada September menjadi 3,7%.

Untuk menjaga ketahanan rupiah, Lana meyakini, Bank Indonesia (BI) akan bergerak cepat untuk menahan tekanan lebih dalam terhadap rupiah. Kemungkinan, nilai tukar rupiah terhadap US$ berada di kisaran Rp15.180-Rp15.190 per US$.

Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada punya pandangan beda. Bahwa tren kenaikan harga minyak mentah dunia dan kembali turunnya cadangan devisa (cadev), memengaruhi pergerakan rupiah. "Indonesia memerlukan dolar AS untuk impor minyak, kondisi itu akan menggerus cadangan devisa semakin banyak," katanya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x