Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 07:19 WIB

Ini Upaya Bos BI Kuatkan Rupiah yang Letoi

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Minggu, 7 Oktober 2018 | 07:21 WIB

Berita Terkait

Ini Upaya Bos BI Kuatkan Rupiah yang Letoi
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta -Nilai tukar rupiahterhadap dolar AS terus melemah. Bahkan, pada Jumat (5/10/2018) kurs US$1 ditutup pada Rp15.175 di pasarspot. Rupiah melemah 0,07% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga jual dolar AS di beberapa bank telah menembus di atas level Rp15.200 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui pelemahan ini merupakan dampak dari ekonomi eksternal, seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Lantas apa yang dilakukan Perry beserta jajarannya untuk menyelamatkan mata uang Garuda.

"Satu, kita terus berada di pasar tidak hanya memantau tapi juga melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar yang diperlukan sesuai dengan mekanisme pasar. Menjaga agar supply dan demand bergerak secara baik di pasar valuta asing," kata Perry dalam keterangan tertulis Sabtu (6/10/2018).

Kedua lanjut Perry bank sentral akan terus berkomunikasi dengan para pelaku perbankan dan sektor rill, termasuk juga berkomunikasi dengan para eksportir maupun juga para importir di kalangan pengusaha, untuk lebih banyak mempergunakan mata uang rupiah disetiap transaksi yang mereka lakukan.

"Sejauh ini supply demand itu berjalan dengan baik dan mekanisme pasar berjalan baik. Tidak segan-segan apreaiasi kepada para pengusaha yang sama-sama juga mensuplai valasnya kemudian juga perbankan yang terus menjaga mekanisme pasar," paparnya.

Sementara upaya yang ketiga adalah dengan mempercepat persiapan-persiapan teknis untuk berlakunya transaksi pasar Non Deliverable Forward (DNDF)

"DNDF-kan secara ketentuan sudah berlaku, tapi dari sisi teknis operasional kan perlu ada persiapan-persiapannya. Misalnya di perbankan, dari sisi dealing room-nya, dari sisi konversi transaksinya, dari manajemen risikonya, dari treasury-nya, dari IT-nya, itu yang terus dilakukan," katanya.

Dan terakhir nomer empat BI akan melanjutkan langkah-langkah koordinasi dengan pemerintah untuk pengendalian defisit transaksi berjalan bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [jin]

Komentar

x