Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 13:41 WIB

Rupiah 'Nyungsep' Siapa Biang Keladinya?

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 4 Oktober 2018 | 11:55 WIB

Berita Terkait

Rupiah 'Nyungsep' Siapa Biang Keladinya?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukarrupiah saat inimenghadapi tekanan yang cukup besar hingga akhirnya terdepresiasi melewati level psikologis baru di Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa atau terlemah dalam beberapa tahun terakhir.

Hari ini saja tren pelemahan terus berlanjut nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kurs acuan terus melemah. Hari ini, lagi-lagi rupiah terlemah sepanjang sejarah di kurs acuan.

Pada Kamis (4/10/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp15.133. Rupiah melemah 0,3% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Ekonom Instute For Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan melemahnya rupiah lantaran melihat gejolak global dan lemahnya kondisi fundamental ekonomi dalam negeri.

"Ekonomi akan terus mengalami koreksi sampai 2020. Rupiah untuk tahun ini ada dikisaran 15.200. Sangat sulit kembali kebawah 14.800," kata Bhima kepada INILAHCOM, Jakarta Kamis (4/10/2018).

Menurut Bhima hingga 2020 The Fed akan naikan bunga acuan dan memicu capital reversal atau pembalikan modal. "Tantangan ekonomi dalam negeri adalah meningkatnya CAD hingga 3%," katanya.

Selain itu, kenaikan CAD yang didorong melesatnya impor baik migas dan non migas menyebabkan Indonesia harus mengemis dana portfolio jangka pendek.

"Ekonomi stagnan di kisaran 5% dan pelaku pasar khawatir krisis semakin dekat," katanya.

Ekonom senior sekaligus mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli yang rajin melontarkan kritik keras khususnya kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/2018), Rizal menyayangkan Sri Mulyani yang lamban alias lelet. Tak tanggung-tanggung, mantan Menko Ekuin serta Kabulog di era Presiden Abdurrahman Wahid ini, menyebut Sri Mulyani jangan telat mikir alias telmi.

Sebagai bendahara negara, kata Rizal, Sri Mulyani harusnya mampu mengupayakan agar devisa hasil ekspor (DHE), kembali ke tanah air.

Selanjutnya dia menyebut Thailand sebagai acuan. Negeri Gajah Putih ini mengalami tantangan ekonomi yang tak kalah beratnya dengan RI. Namun, nilai tukar mata uang Thailand tidak terperosok sedalam rupiah. Ya, lantaran Thailand punya formula yang ampuh untuk menarik DHE-nya pulang kampung.

"Thailand pernah sama kayak Indonesia, di mana uang ekspor yang masuk cuma 5 persen. Kemudian, Thailand mewajibkan seluruh eskpor (DHE) masuk sistem Thailand. Hari ini, 95 persen hasil ekspor Thailand kembali ke negaranya," kata RR, sapaan akrab Rizal Ramli.

Menteri Keuangan Sri Mulyani percaya diri alias pede, perbankan nasional masih cukup kuat merespon pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus titik psikologis baru Rp15.000 per dolar AS.

"Kita lihat dari `capital adeqequacy ratio`-nya mereka, dilihat dari non performing loan mereka, dilihat dari landing rate mereka, semuanya sampai dengan bulan Oktober ini dan tampaknya menyesuaikan terhadap angka Rp15.000 terjadi secara cukup baik," kata Sri Mulyani kepada pers di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Pihaknya menyatakan bersama-sama dengan Bank Indonesia dan Menko Perekonomian terus melihat perkembangan rupiah. Dia menilai perkembangan ini tentu akan direspon oleh para pelaku ekonomi. "Di satu sisi, kita akan melihat terus indikator-indikator yang menopang perekonomian kita. Umpamanya, kalau dari sisi perbankan, apakah sektor perbankan kita cukup kuat dan terus akan bisa menyesuaikan dengan nilai 15.000 ini," kata Sri Mulyani yang akrab disapa Ani itu.

Dia melihat, dari sektor riil dimana pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III diperkirakan cukup tinggi. "Kemarin inflasi mengalami penurunan, deflasi, dan pertumbuhan dikontribusikan dari sektor konsumsi, investasi dan pada tingkat tertentu adalah ekspor dan belanja pemerintah yang saya sampaikan tumbuh 8 persen bisa memberikan kontribusi yang bagus," katanya. [jin]

Komentar

x