Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 13:24 WIB

Izin 9 IPO Terganjal Restu OJK

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 27 September 2018 | 14:33 WIB

Berita Terkait

Izin 9 IPO Terganjal Restu OJK
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 9 calon emiten baru berpeluang gagal mencatatkan saham perdannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini.

Sebab belum mendapatan pernyataaan efektif penerbitan efek bersifat ekuitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pasalnya 9 calon emiten tersebut menggunakan laporan keuangan per 31 Maret 2018. Jika besok, Jumat (28/9/2018) tidak juga mendapatkan lampu hijau dari regulator pasar modal, maka prospektus tersebut akan kadaluarsa.

Tapi, jika sembilan perusahaan tersebut berniat melanjutkan rencana penawaran saham perdana dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka harus memperbarui data dan laporan keuangan auditan terbaru.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, bahwa pihaknya masih berharap kesembilan emiten tersebut dapat ijin efektif dari OJK.

"Masih ada hari ini dan esok hari, kita lihat saja," kata dia Nyoman di Gedung BEI Kamis (27/9/2018).

Namun jika prospektus dan perjanjian kontrak awal dengan BEI kaduluasa, maka perusahaan tersebut mesti menyampaikan data-data terbaru.

"Dari sisi BEI, terkait perjanjian pendahuluan, itu kalau ada data-data yang perlu di perbaharui maka wajib menyampaikan kepada BEI untuk kita riview," kata dia.

Bursa Efek Indonesia saat ini masih memiliki 22 calon emiten yang berencana IPO. Sayangnya, sembilan diantaranya akan segera kadaluarsa prospektusnya, karena menggunakan laporan keuangan per 31 Maret 2018.

Calon emiten tersebut adalah; PT Kota Satu Properti Tbk, PT Cottonnindo Ariesta Tbk, PT Superkrane Mitra Utama Tbk, PT Net Visi Media Tbk, PT Satria Antaran Prima Tbk, PT Propertindo Mulia Investama Tbk, PT Super Energy Tbk, PT HK Metals Utama Tbk dan PT Jaya Bersama Indo Tbk. [hid]

Komentar

x