Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 13:04 WIB

Backlog Masih Tinggi, BBTN Besarkan KPR di Jatim

Rabu, 19 September 2018 | 17:48 WIB

Berita Terkait

Backlog Masih Tinggi, BBTN Besarkan KPR di Jatim
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Surabaya - PT Bank Tabungan Negara (Persero/BBTN) Tbk terus memacu ekpansi bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengingat angka backlog yang masih tinggi serta positifnya pergerakan harga rumah di sana.

Ekpansi bisnis tersebut juga digelar untuk mendukung pencapaian target bisnis Bank BTN secara nasional sekaligus mendorong suksesnya Program Satu Juta Rumah.

Direktur Bank BTN, Andi Nirwoto mengatakan, bank pelat merah berkode emiten BBTN ini, terus mengenjot kinerja perseroan di Jatim, melihat potensi yang masih besar.

Andi memaparkan, berdasarkan kajian supply dan demand perumahan yang dilakukan Bank BTN menunjukkan angka backlog di Jawa Timur pada 2016, mencapai 1,03 juta unit.

Dalam lima tahun ke depan, Bank BTN memproyeksikan angka kebutuhan rumah tersebut akan bertambah sebanyak 762.034 unit. Sebaliknya, angka pertumbuhan kepemilikan rumah di provinsi tempat Kota Pahlawan tersebut baru mencapai 1,18%.

Andi melanjutkan, pada tahun ini, Bank BTN juga merekam jumlah potensi permintaan akan rumah di Jatim mencapai 331.746 unit. Namun, angka ketersediaan rumah di wilayah tersebut baru mencapai 23.992 unit.
"Dengan ruang yang lebar untuk berekspansi ini serta berbagai inovasi dan transformasi bisnis yang kami lakukan, kami optimistis tahun ini akan mampu mencatatkan penyaluran KPR di Jatim senilai Rp4,32 triliun untuk 23.321 unit rumah atau naik sekitar 21% dari tahun lalu," jelas Andi dalam Public Expose Bank BTN di Surabaya, Jatim, Rabu (19/9/2018).

Besarnya peluang bisnis KPR di Jatim juga didukung pergerakan positif harga rumah di provinsi tersebut. Kajian Bank BTN menunjukkan, Jatim menempati posisi ketiga dengan House Price Index/HPI (Indeks Harga Rumah) tertinggi yakni 173,34 per Juni 2018. Kemudian, sebanyak 6 dari 10 kabupaten/kota yang memiliki HPI tertinggi berada di Jawa Timur.

Di antaranya, Jember menjadi kabupaten dengan HPI tertinggi per Juni 2018 dengan indeks sebesar 229,46 dan pertumbuhan tahunan mencapai 23,38% secara tahunan. Besaran indeks tersebut mengindikasikan kenaikan harga rumah di Jember mencapai 1,29 kali lipat dalam 3,5 tahun.

Pertumbuhan pesat pun terjadi di Kabupaten Ngawi dengan kenaikan tahunan sebesar 45,93%. Sejalan dengan kajian tersebut, Bank Indonesia (BI) merekam kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di kota Surabaya dengan pertumbuhan sebesar 5,41% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Juni 2018.

Hingga Juli 2018, Andi merincikan, penyaluran KPR Bank BTN di Jatim mencapai Rp1,83 triliun. Terdiri atas penyaluran KPR Non-Subsidi untuk 4.127 unit rumah, atau setara Rp1,24 triliun. Serta, penyaluran KPR Subsidi untuk 5.169 unit rumah atau senilai Rp585,46 miliar.

Untuk mencapai target penyaluran KPR tersebut, Andi mengungkapkan perseroan terus berpartisipasi meningkatkan ketersediaan rumah. Aksi yang dilakukan yakni dengan menjadi inisiator dan integrator kerja sama antar institusi untuk meningkatkan pasokan rumah. Beberapa hal yang dilakukan yakni bersinergi dengan para penyedia lahan, pemasok bahan baku, hingga para pengembang properti.

Secara nasional, BBTN mencatatkan penyaluran KPR senilai Rp157,55 triliun. Posisi tersebut naik sekitar 22,07% (yoy) dari Rp129,07 triliun pada Juli 2017. Bank BTN juga menorehkan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar Rp213,5 triliun per Juli 2018, atau naik 19,55% (yoy) dari Rp178,58 triliun.

Bank BTN telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp188,33 triliun, atau naik 17,27% (yoy) dari Rp160,59 triliun. Dengan kinerja tersebut, Bank BTN mencatatkan total aset Rp264,51 triliun pada Juli 2018. Naik sekitar 17,73% (yoy) dari Rp224,68 triliun di bulan yang sama tahun sebelumnya. Dengan besaran aset ini memperkokoh posisi Bank BTN sebagai bank terbesar kelima di Indonesia. [tar]

Komentar

x