Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 20:35 WIB

Menakar Peruntungan IHSG di Tahun Politik

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 19 September 2018 | 17:11 WIB

Berita Terkait

Menakar Peruntungan IHSG di Tahun Politik
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sampai saat ini, pasar berhadapan dengan berbagai sentimen. Mulai dari kinerja emiten, fluktuasi rupiah, perang dagang AS dan tren kenaikan suku bunga The Fed, hingga memanasnya dinamika politik.

Head of Research and Strategy PT Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto mengatakan, tahun 2019 yang menjadi puncak tahun politik, menawarkan sejumlah sektor potensial yang bisa menjadi pilihan investor.

Menurut dia, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selalu punya arah di setiap pesta demokrasi. Hal itu mengingat pemilu yang lancar dan damai sangat penting dalam membangun kepercayaan investor. "Pemerintah juga akan memprioritaskan kebijakan populis, terutama meningkatkan konsumsi, termasuk belanja sosial dan subsidi," kata Helmy di Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Helmy mengungkapkan, beberapa sektor yang menjadi perhatian Danareksa pada semester 2-2018 hingga 2019 di antaranya adalah otomotif, perbankan, batubara, konsumer, perkebunan, ritel, konstruksi dan telekomunikasi.

Pertumbuhan sektor-sektor tersebut juga akan dipengaruhi sentimen ekonomi global dan dalam negeri. Khusus global, misalnya, sektor tambang batu bara akan mendapat sentimen positif seiring dengan naiknya permintaaan komoditas ini dari China dan Korea Selatan, dan harga batu bara pun diprediksi US$88 per ton pada tahun ini.

Adapun perbankan, Danareksa Sekuritas memprediksi penyaluran kredit pada tahun 2019 bisa tumbuh 12,8% dengan katalis positif subsidi suku bunga tahun 2019 yang dianggarkan sebesar Rp16,6 triliun. Pada sektor konsumer, Pilpres dan Pileg 2019 akan mendorong belanja masyarakat. "Kami memprediksi pada tahun depan, pendapatan sektor ini (konsumer) tumbuh 7,6% year on year (yoy), dengan kenaikan pertumbuhan laba 8,7% yoy.

Di sisi lain, sektor konstruksi akan mendapat sentimen positif. Dalam APBN, pemerintah mengalokasikan bujet infrasturktur mencapai Rp420,5 triliun, lebih tinggi dari alokasi 2018 sebesar Rp410,7 triliun. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melanjutkan proyek infrastruktur, kendati fokus nanti pada human capital.

"Selain itu, khusus sektor otomotif, kami netral. Kompetisi yang semakin ketat, banyaknya model mobil baru yang dirilis, membaiknya harga komoditas dan pengembangan infrastrukur akan mendorong pemulihan penjualan mobil komersial".

IHSG pada tahun ini akan berada di kisaran 6,275 6,553, sedangkan indeks bisa mencapai level 7,000 pada akhir tahun 2019, jika kestabilan pertumbuhan ekonomi dan rupiah bisa terus terjaga.


Komentar

x