Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 06:37 WIB

Rupiah Masih Bakal Bergerak Liar dan Sulit Menguat

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 19 September 2018 | 15:27 WIB

Berita Terkait

Rupiah Masih Bakal Bergerak Liar dan Sulit Menguat
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kurs rupiah dinilai masih akan bergerak liar dan sulit menguat signifikan dalam beberapa waktu ke depan.

Hal ini mengingat dollar Amerika Serikat yang terus mengalami tren penguatan di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri.

Head of Economic Research Danareksa Research Institute Damhuri Nasution mengatakan bahwa nilai tukar rupiah saat ini masih mungkin bergejolak akibat normalisasi kebijakan moneter dan ekspansi fiskal Amerika Serikat (AS), kekhawatiran atas perang dagang AS-China, dan kenaikan harga minyak dunia karena geopolitik, yang dapat memperlebar Current Account Deficit (CAD).

Hal tersebut dikatakan Daumhari pada acara Economic & Market Outlook, dengan tema Perkembangan dan Prospek Makro Ekonomi serta Pasar Modal 2018 2019 di Gedung Danareksa Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Menurutnya, suku bunga acuan Bank Indonesia, BI-7-Day Repo Rate, pun dinilai berpotensi kembali dinaikkan menjadi 5,75 - 6% pada tahun ini dan 5,5 6% pada tahun depan.

"Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan di bawah nilai fundamentalnya karena faktor eksternal, tapi tekanan tersebut akan mulai mereda pada tahun 2019 dan 2020," katanya.

Menurut dia, kebijakan moneter global masih cenderung ketat pada tahun depan dan mulai longgar pada tahun 2020, karena diperkirakan tekanan inflasi mereda dan pertumbuhan ekonomi mengalami moderasi.

Dengan kenaikan suku bunga acuan AS, Fed Funds Rate (FFR) dua kali tahun 2019 yang berarti tidak seagresif tahun 2018, maka volatilitas pasar keuangan akan sedikit mereda.

Damhuri juga menilai upaya yang sudah dilakukan BI tepat dalam meredam depresiasi rupiah, di antaranya menaikkan BI 7-Day (sudah 125 basis poin) yang diikuti kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN), sehingga investasi di SUN mulai menarik kembali.

Selain itu, BI juga melakukan dual intervention demi menjaga volatilitas rupiah dan likuiditas dan sekaligus stabilisasi pasar SUN. Sehingga Danareksa perkirakan tekanan terhadap Rupiah dapat mereda, untuk akhir tahun 2018. Rupiah per US Dollar di kisaran Rp14.400 dan di tahun 2019 sekitar Rp14.300. [jin]

Komentar

x