Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 07:38 WIB

Suku Bunga Naik, Obligasi Makin Seksi

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 18 September 2018 | 17:30 WIB
Suku Bunga Naik, Obligasi Makin Seksi
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Seiring kenaikan suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate ), berdampak kepada kupon obligasi yang bakal menarik. Siap-siap berburu obligasi.

Total nilai emisi obligasi pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp140 triliun, atau turun 13,04% dibanding 2017 sebesar Rp161,36 triliun. Hal itu dikarenakan kenaikan suku bunga, sehingga emiten menunda penerbitan oblligasi.

Presiden Direktur PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Salyadi Syahputra mengatakan, total emisi obligasi yang diterbitkan mencapai Rp100 triliun. Dalam hal ini, Pefindo masih memegang mandat pemeringkatan efek bersifat utang sebesar Rp30 triliun hingga Rp40 triliun.

"Jadi sampai akhir tahun hanya mencapai Rp140 triliun jadi kita perkirakan tahun ini tidak bisa lebih tinggi dari tahun lalu ," kata Salyadi di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Ia menjelaskan, penurunan minat penerbitan obligasi disebabkan kenaikan biaya penerbitan, khususnya naiknya bunga obliagsi yang ditawarkan kepada investor. "Dari awal tahun saja rata-rata kenaikan bunga obligasi mencapai 1,5% hingga 2%," kata dia.

Sehingga, kata dia, penerbitan obligasi didominasi oleh emiten emiten obligasi dengan peringkat di atas idA dan umumnya diterbitkan oleh emiten obligasi yang telah rutin menerbitkan obligasi. "Paling hanya satu dua emiten obligasi baru," kata dia.

Sebelumnya, Salyadi pernah mengatakan, total obligasi yang gagal diterbitkan hingga saat ini, mencapai Rp20 triliun. Pembatalan itu dikarenakan Pefindo menyematkan peringkat obligasi di bawah IdA dan merupakan emiten obligasi pendatang baru. [ipe]




Komentar

Embed Widget
x