Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 21:49 WIB

Trump Janji Tak Intervensi Pertemuan AS-China

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 14 September 2018 | 13:07 WIB

Berita Terkait

Trump Janji Tak Intervensi Pertemuan AS-China
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington - Presiden Donald Trump mengatakan tidak menghadapi tekanan untuk menyerang kesepakatan perdagangan dengan China ketika Washington dan Beijing bertukar tembakan dalam konflik perdagangan yang meningkat.

Komentar tersebut menyusul laporan yang mengatakan bahwa AS berada pada tahap awal mengusulkan putaran pembicaraan perdagangan baru dengan China. Kedua belah pihak bertujuan untuk mencapai kesepakatan dan menghentikan perang perdagangan yang mengancam untuk menghambat pertumbuhan di dua ekonomi terbesar dunia.

Dalam sebuah tweet Kamis (13/9/2018) waktu AS, Trump mengesampingkan perlunya diskusi, mengatakan "kami tidak ada tekanan untuk membuat kesepakatan dengan China, mereka berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan dengan kami." Dia menulis bahwa AS "akan segera mengambil Miliaran dalam Tarif & membuat produk di rumah."

Laporan-laporan dari pembicaraan potensial datang sebagai pertarungan tarif yang meningkat mengancam untuk menjerat lebih banyak perusahaan Amerika, termasuk raksasa Apple. AS dan China telah menampar tarif atas barang senilai US$50 miliar yang berasal dari mitra dagang lainnya, seperti mengutip cnbc.com.

Trump sedang mempertimbangkan apakah akan mengenakan bea tambahan US$200 miliar dalam produk-produk China. Dia baru-baru ini mengatakan dia "siap untuk pergi" pada tarif tambahan pada US$267 milyar barang. China telah mengancam akan membalas dalam bentuk barang.

Trump memenangkan Gedung Putih pada tahun 2016 sebagian pada janjinya untuk menindak praktik perdagangan yang kejam. Dia merencanajan untukj menegosiasikan kembali perjanjian untuk mengamankan pekerjaan Amerika dan meningkatkan upah.

Sementara Partai Republik dan Demokrat sama-sama mendukung upaya Trump untuk pergi setelah dugaan pencurian kekayaan intelektual oleh perusahaan China. Anggota parlemen bipartisan telah menimbulkan kekhawatiran tentang perang dagang yang merusak ekonomi dan petani AS khususnya.

Kalangan bisnis prihatin tentang kebijakan perdagangan Trump juga telah meningkatkan oposisi terhadap mereka.

Tarif juga menimbulkan risiko politik bagi Trump menjelang pemilihan tengah waktu November yang kritis. Karena Partai Republiknya berusaha untuk mempertahankan mayoritas di DPR dan Senat. Tarif tidak populer di banyak negara bagian di mana perlombaan utama akan berlangsung pada bulan November.

Komentar

Embed Widget
x