Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:21 WIB

IHSG Masih Sulit Tembus Level 5.800

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 13 September 2018 | 08:33 WIB

Berita Terkait

IHSG Masih Sulit Tembus Level 5.800
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Secara teknikal pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis (13/9/2018) cenderung terkonsolidasi pada moving average 5 hari dengan ditutup di bawah level 5.800.

Menurut analis saham Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, meskipun demikian peluang penguatan masih tersignal dengan pergerakan yang positif pada indikator stochastic dan RSI setelah berhasil golden-cross pada area oversold akhir pekan lalu. "Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak mencoba menguat terbatas menguji kembali resistance MA5 hingga MA50 dengan range pergerakan 5.770-5.890," katanya.

Saham-saham yang dapat dicermati investor diantaranya AKRA, BWPT, HRUM, INCO, ITMG, JPFA, PTBA, ELSA, ERAA, TRAM.

Pada perdagangan Rabu kemarin, mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah. Indeks Nikkei (-0.27%), TOPIX (-0.45%), Hangseng (-0.29%) dan CSI (-0.69%) bergerak cenderung psimis sejak awal sesi perdagangan meskipun sempat terkonsolidasi mencoba menguat pada zona hijau. Investor mengalihkan fokus mereka pada prospek kebijakan moneter ditengah kekhawatiran yang bekesinambungan pada perdagangan global.

IHSG berakhir melemah 32.97 poin (-0.56%) ke level 5.798,15 setelah sempat bergerak menguat lebih dari setengah persen pada perdagangan hari ini. Investor asing tercatat net sell Rp684,50 miliar.

Sektor keuangan (-1.99%) menjadi pemimpin pelemahan dengan saham-saham bank the big 4 menjadi yang teramai di jual investor asing secara net value. Trend kenaikan suku bunga acuan membuat spekulasi naiknya bunga deposito sebagai mengurangi resiko likuditas yang lebih tinggi akan membebani Bank.

Ekuitas Eropa dibuka terkonsolidasi dengan mayoritas cenderung menguat. Indeks Eurostoxx (+0.04%), DAX (+0.24%) dan CAC (+0.47%) dibuka menguat sedangkan Indeks FTSE (-0.23%) dibuka melemah. Perusahaan energi dan pertambangan menjadi penopang penguatan di Mayoritas indeks saham Eropa setelah spekulasi berkurangnnya produksi dan persediaan minyak akibat badai di AS.

Meskipun demikian pelemahan Euro menjadi penahan yang membuat terkonsolidasinya pergerakan indeks diawal sesi perdagangan setelah ECB menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi melihat aspek ekonomi global yang cenderung bergejolak. Sentimen selanjutnya yang akan dinanti investor yakni data pertumbuhan pinjaman dalam negeri dan Tingkat inflasi di AS.

Komentar

x