Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:15 WIB

Perluas Terminal, IPCC Rogoh Dana IPO

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 13 September 2018 | 00:33 WIB

Berita Terkait

Perluas Terminal, IPCC Rogoh Dana IPO
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Indonesia Kendaraan Terminal Indonesia Tbk (IPCC) berambisi menjadi pemain layanan terminal kendaraan terbesar kelima di dunia pada 2022.

Untuk mewujudkan ambisi ini, perusahaan yang beroperasi di Tanjung Priok tersebut, ngebet memperluas lahan usahanya. Lalu dari mana modalnya?

Kata Direktur Utama IPPC, Chiefy Adi Kusmargono, menggunakan dana hasil Initial Public Offering (IPO) yang dilakukan perseroan belum lama ini, sebesar Rp77 miliar. "Saat ini luas lahan kita hanya 31 hektar kita menargetkan sampai 2020 luas laham kita akan mencapai 89 hektar," kata Chiefy di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Chiefy bilang prospek bisnis perseroannya cukup cerah, dimana jumlah ekspor ataupun impor kendaraan makin tahun makin meningkat, sehingga lahan yang dimiliki dirasa kurang.

"31 hektar itu paling full bisa menampung sekitar 700 ribu unit, tapi lama-lama ini akan meningkat, makanya kita akan perluas lahan, bertahap hingga 2020," katanya.

Meski memiliki lahan 31 hektar, dirinya bilang telah menempatkan IPPC sebagai operator terminal terbesar ke-27 dunia dan terbesar ketiga di Asia Tenggara, setelah Terminal PSA Singapura dan Terminal Namyong, Thailand.

"Jika luas lahan kita bertambah menjadi 89 hektar pada 2020, itu akan menempatkan IPCC sebagai terminal kendaraan terbesar ke lima di dunia," harapnya.

Posisi ini tentunya akan menempatkan Indonesia Kendaraan Terminal berada di bawah Terminal Bremerhaven Jerman (240 ha), Zeebrugge Belgia (159 ha), Antwerp Belgia (125 ha) dan Terminal Le Harve di Prancis (100 ha).

Perluasan lahan usaha tadi menurut Chiefy mulai dilakukan pada tahun ini, dengan tambahan lahan seluas 3 ha. Di atas lahan tersebut IPPC membangun gedung parkir lima lantai. "Setiap 1 ha lahan akan memiliki kapasitas 10.000 unit mobil," ujarnya.

Penambahan kapasitas tersebut menurutnya merupakan antisipasi perusahaan terkait perkiraan kenaikan bisnis. [ipe]


Komentar

x