Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 21:57 WIB

Ketergantungan Pasar Modal RI pada Ekonomi Global

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Selasa, 11 September 2018 | 01:57 WIB

Berita Terkait

Ketergantungan Pasar Modal RI pada Ekonomi Global
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pasar modal Indonesia ditengarai masih cukup bergantung pada kondisi perekonomian global. Saat ekonomi global mengalami tekanan, pasar saham dalam negeri ikut terguncang.

Lantaran hampir sebagian besar saham yang ada di pasar modal dikuasai asing.

"Sell off yang dialami pasar saham dan obligasi karena kepanikan akan efek dari Turki, Argentina, Brazil yang merembet ke negara berkembang lain, termasuk Indonesia. Dimana negara2 tsb (termasuk kita) mengalami twin deficit, yaitu current account deficit (CAD) & fiscal deficit. Bedanya, negara-negara lain tersebut alami inflasi tinggi, sedangkan inflasi kita rendah di 3,2%. (Inflasi Turki 18%, Argentina 31%)," papar Senior Vice President Intermediary Business Schroders Adrian Maulana dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Lebih lanjut kata Adrian, selama ekonomi Amerika Serikat (AS) sedang membaik, suku bunga akan terus meningkat, mata uang US$ terus menguat dan harga minyak masih tinggi, sehingga negara- negara dengan CAD akan rentan.

Menurut dia, per hari ini, Senin (10/9/2018) valuasi obligasi dan saham sudah lebih menarik. Tinggal butuh kebijakan pemerintah yang lebih struktural & konkrit untuk meredam volatilitas.

"Yield obligasi pemerintah 10 th di 8,6%. IHSG -8,29%," katanya.

"Sekedar pengingat, 2 kali kita berhasil lewati major crisis (2013 & 2015), yield obligasi saat itu nyaris di 9% kemudian membaik. Walau saat ini sudah menarik tapi memang investor asing belum agresif masuk ke pasar obligasi kita karena volatilitas Dolar Rupiah yang terefleksikan dalam NDF (Non Delivarable Forward) dan premi efek SWAP masih mahal buat asing melakukan hedging dalam IDR," katanya. [jin]

Komentar

x