Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 13:44 WIB

Inilah Panduan Investasi Saham BBTN

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 10 September 2018 | 00:50 WIB

Berita Terkait

Inilah Panduan Investasi Saham BBTN
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Para analis merekomendasikan beli saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) untuk target jangka menengah dan panjang. Berapa target harganya?

Pada perdagangan Jumat (7/9/2018), saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ditutup menguat Rp80 (3,1%) ke posisi Rp2.620. Dalam intraday perdagangan, saham BBTN mencapai angka tertingginya di Rp2.660 dan terendahnya di Rp2.500. Jumlah lot yang ditransaksikan mencapai 288.556 dengan valuasi Rp75,1 miliar.

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Kapitalmengatakan, secara umumkinerja fundamental sektor properti masih cukup berat. Artinya, kata dia, belum ada katalis cukup kuat yang bisa mendongkrak kinerja properti.

"Terutama, suku bunga acuan sekarang sudah memperlihatkan tren kenaikan sehingga membebani kinerja industri properti.Tren kenaikan tersebut akan diikuti oleh kenaikan suku bunga pembiayaan termasuk di dalamnya pembiayaan untuk properti," katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Selain faktor suku bunga acuan, secara historis, kinerja sektor properti cenderung stagnan dalam dua tahun terakhir. "Padahal, dalam dua tahun terakhir suku bunga acuan masih relatif rendah. Sekarang, setelah tren suku bunga acuan mengalami kenaikan, sektor properti kehilangan tenaga dalam pengertian tiadanya katalis positif," tuturnya.

Kalaupun ada peminat properti, lanjut dia, terbatas untuk rumah pertama (untuk ditinggali) bukan rumah kedua atau ketiga (untuk investasi). "Pembelian properti untuk investasi masih berat. Akan tetapi, untuk segmen menengah ke bawah (middle-low segment), yakni rumah pertama, masih ada peluang untuk tumbuh. Sebab, pada dasarnya sektor properti masih mengalami backlog," papar dia.

Meski begitu, Alfred mengakui, kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tidak segaris lurus dengan kinerja industri properti secara keseluruhan. Kinerja bank yang fokus pada segmen properti ini tentu akan lebih tinggi dibandingkan kondisi properti secara umum.

Sebab, kata dia, BTN merupakan penyalur utama Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan segmennya middle-low. "Ini berbeda dengan bank-bank lain yang justru menyasar pembiayan properti middle-high sehingga tidak sebanding jika dibandingkan dengan BTN," tuturnya.

BTN juga merambah pembiayaan konstruksi bagi para developer. Hal ini cukupmembuat kinerja BTN lebih tinggi dibandingkan industri di sektor properti. Lalu, 75% pembiayaan properti di Indonesia berasal dari perbankan.

"Persentase ini menjadi market share BTN. Secara fundamental, pertumbuhan BTN bisa lebih tinggi dibandingkan peers perbankan. Sebab, segmen kepemilikan properti untuk rumah pertama masih cukup bagus pertumbuhannya," tandas dia.

Di atas semua itu, dia merekomendasikan, saham BBTN cocok dimilikiuntuk jangka menengah-panjang. Hanya saja, untuk investasi jangka pendek, saham BBTN masih terpengaruh oleh sektornya yang agak berat dari sisi market. "Jadi, untuk jangka menengah-panjang, enam bulan ke atas, saham BBTN masih oke," tandas dia.

Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, Associate Head of Research Reliance Sekuritas Indonesiamengatakan, saham BBTN menguat ke atas Rp2.610 per unit saham. Secara teknikal, ini mengindikasikan sinyal positif.

"Sebab, tren jangka menengah memberikan sinyal positif, uptrend. Harga saat ini, baru saja rebound atau memantul ke atas dari garis support yang jadi patokan uptrend," ujarnya.

Dari sisi indikator, saham BBTN juga berhasil rebound dari Moving Average (MA) 20 hari dan berhasil menembus (breakout) MA 50hari. "Ini memberikan sinyal positif untuk penguatan pada pergerakan saham ini selanjutnya," ucapnya.

Begitu juga dengan indikator stochastic yang menunjukkan golden cross dan dikonfirmasi. "Saham ini sudah oversold (jenuh jual) dan mengindikasikan pergerakan positif berikutnya. Dari sisi momentum, saham BBTN juga masih terbilang murah untuk saat ini," ungkap dia.

Target terdekat penguatan berikutnya di Rp2.700 hingga resisten di Rp2.880 untuk jangka menengah (satu bulan ke depan). Untuk target optimistis, BBTN akan terus coba menguat hingga Rp3.180 untuk jangka menengah (di atas tiga bulan).

Di lain sisi, lakukan stop loss sebagai jaga-jaga kalau ternyata penguatannya memperlihatkan kecenderungan gagal untuk rebound. "Lakukan stoploss jika saham BBTN turun ke bawah Rp2.500. Jangan beli saham ini di bawah harga tersebut. Selama di atas Rp2.500, saham ini masih aman," ungkap Lanjar.

Dia merekomendasikan belisaham BBTN dengan tetap memerhatikan batasan stop loss tadi. "Itu target teknikal," katanya.

Sedangkan untuk target harga saham BBTN secara fundamental tidak bisa dilepaskan dari kinerja perbankan secara umum yang masih cukup baik. Rata-rata rekomendasi analis secara fundamental untuk saham BBTN di level Rp3.300 untuk target akhir 2018. "Angka ini tidak jauh berbeda dengan target teknikal di atas Rp3.100-an," papar Lanjar.

Apalagi, penurunan saham BBTN sebelumnya juga sudah terlalu tajam. Meskipun dari sisi revenue, BBTN kurang begitu baik untuk kuartal II-2018. Artinya, kinerjanya naik tapi masih di bawah ekspektasi. "Meski begitu, saham BBTN masih menyisakan potensi upside yang cukup besar sekitar 25% hingga 27% jika melihat rating dari para analis fundamental," imbuhnya. [jin]

Komentar

Embed Widget
x