Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 13:44 WIB

Semester I-2018

WOM Finance Guyur Pembiayaan Rp3,9 Triliun

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 6 September 2018 | 17:36 WIB

Berita Terkait

WOM Finance Guyur Pembiayaan Rp3,9 Triliun
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pada semester pertama 2018, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) kembali mampu menunjukkan eksistensinya melalui kinerja yang terus membaik.

Dalam aspek pembiayaan, WOM Finance berhasil menyalurkan total pembiayaan sampai dengan semester pertama 2018 sebanyak 261 ribu unit pembiayaan atau sebesar Rp3,9 triliun.

Penyaluran pembiayaan perseroan masih didominasi produk kendaraan sepeda motor baru sebanyak 123 ribu unit atau tumbuh 20%, kemudian disusul dengan pembiayaan multiguna jasa MotorKu dan MobilKu masing-masing sebesar 111 ribu unit atau naik 33% dan 9 ribu unit atau naik 112% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan demikian, piutang pembiayaan yang dikelola Perseroan naik 21% dari Rp 7.4 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 8.9 triliun pada akhir Juni 2018. Atas pencapaian tersebut, WOM Finance berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 106 miliar atau meningkat 84% dari Rp 57 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan kinerja ini disebabkan perusahaan telah menjalankan serangkaian inisiatif perbaikan di awal 2018 diantaranya peningkatan kontribusi dari pembiayaan multiguna jasa (MotorKu dan MobilKu), perbaikan strategi collection dan penerapan grading untuk memberikan kualitas pembiayaan yang makin baik.

"Melalui inisiatif-inisiatif perbaikan yang telah kami terapkan, kami optimis membaiknya kinerja di semester pertama 2018 akan terus berlanjut hingga akhir 2018," kata Direktur Perseroan Zacharia Susantadiredja dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Sumber dana Perseroan mencapai Rp7,8 triliun dengan pinjaman bank sebesar Rp4,4 triliun dan pinjaman obligasi sebesar Rp3,4 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp5,3 triliun.

Sementara itu, gearing ratio terjaga pada tingkat 6,82 kali. Perusahaan juga berencana untuk menerbitkan Obigasi Berkelanjutan WOM Finance III Tahap I pada akhir 2018 untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo dan mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari meningkatnya aset perusahaan, dibandingkan periode yang sama tahun lalu WOM Finance mencatatkan nilai aset mencapai Rp 9,3 triliun atau tumbuh 41% dari Rp 6,6 triliun.

Sedangkan Rasio Pembiayaan Bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 2,35% pada akhir Juni 2018 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,84%. Perbaikan NPF tersebut dikarenakan pengelolaan kualitas aset yang terus membaik serta kualitas pembiayaan yang lebih selektif.

Sementara itu, Rasio Keuangan WOM Finance pada akhir Juni 2018, antara lain Return on Equity (ROE) mengalami perbaikan sebesar 22% dari 14% pada periode yang sama tahun sebelumnya, Return On Asset (ROA) perusahaan juga mengalami perbaikan menjadi 4% dari 2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur WOM Finance Djaja Suryanto Sutandar mengatakan, "Kualitas pembiayaan yang makin membaik menjadi faktor utama meningkatnya pertumbuhan kinerja perusahaan. Kami akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dan strategi-strategi untuk pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan."

Asal tahu saja, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk didirikan pada 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing yang bergerak di bidang pemberian pembiayaan sepeda motor, khususnya untuk sepeda motor merek Honda.

Pada 2000, Perseroan mengubah nama menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan Perseroan terus mengalami perkembangan dan tidak lagi hanya melayani pembiayaan sepeda motor merek Honda, tapi juga sepeda motor merek Jepang lainnya, seperti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki.

Pada 2005, perseroan menjadi bagian dari kelompok usaha PT Bank Maybank Indonesia Tbk (MBI) setelah mengakuisisi 43% kepemilikan saham Perseroan. Pada 2015, Perseroan melakukan right issue melalui Penawaran Umum Terbatas, di mana MBI bertindak sebagai standby buyer.

Dalam rights issue ini, perseroan menerbitkan 3.481.481.480 saham baru. Kemudian kepemilikan saham MBI di Perseroan naik menjadi 68,55%. Pemegang saham terbesar kedua di Perusahaan adalah PT Wahana Makmur Sejati dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 23,2% dan publik sebesar 8,2%.

Sejumlah penghargaan juga telah diterima perusahaan dikuartal II tahun 2018 di antaranya Service Quality Award 2018 dengan kategori Financing Automotive 2W dan Indonesia Enterpise Risk Management Award 2018 dengan kategori Perusahaan Multifinance Tbk.

Bisnis Indonesia Award 2018 kategori Perusahaan Perbankan dan Keuangan serta Indonesia Corporate Public Relation Award 2018 kategori Top 5 Popular Company in Multifinance Sector.

Sampai dengan 31 Juni 2018, perusahaan memiliki 192 kantor jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk melayani 875 ribu pelanggan aktifnya. [jin]

Komentar

Embed Widget
x