Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 13:45 WIB

IHSG dan Rupiah Rontok, Ini Kata OJK

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 6 September 2018 | 13:57 WIB

Berita Terkait

IHSG dan Rupiah Rontok, Ini Kata OJK
(Foto: Inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam dalam 3 hari belakangan ini boleh dibilang dalam kondisi yang tidak baik, kedua indikator ekonomi tersebut 'rontok' hampir bersamaan.

Menanggapi hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tiga hari bursa berturut-turut rontok sebesar 5,66% masih dalam kondisi wajar. Sehingga protokol krisis belum akan dijalankan sebagaimana mestinya.

"Kita punya perhatian terhadap kondisi pasar, tapi semua otoritas sudah bicara bahwa fundamental kita baik emiten kita masih mencatatkan pertumbuhan laba dan price earning ratio rendah," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Dirinya menambahkan fenomena penurunan IHSG yang terjadi belakangan masih dalam kategori siklus perdagangan yang wajar dan merupakan dinamaki pasar. Tapi pihaknya tetap mewaspadai kondisi tersebut lebih lanjut.

Dirinya juga bilang, regulator pasar modal dan operator bursa telah memiliki protokol krisis. Tapi protokol itu dijalankan jika indikator pasar dinilai telah mengalami krisis.

"Secara rasional protokol itu sudah pernah di jalankan sebelumnya,tapi kondisi indikator berbeda bukan hanya di pasar modal tapi juga makro ekonomi, nilia tukar," kata dia.

Seperti diketahui, pada tahun 2015 OJK melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22/SEOJK.04/2015 tentang "Kondisi Lain" sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik.

Hal itu sebagai bagian dari protokol krisis karena IHSG turun dari level 5.426,67 pada tanggal 13 Maret 2015 ke level 4.209,44 pada tanggal 2 September 2015. Disamping itu, BEI pada saat itu juga memberlakukan autorejection asimetris. [jin]

Komentar

x