Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 03:55 WIB

Ini Persiapan Bos BEI Dalam Kasus Saham BFIN

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 24 Agustus 2018 | 14:53 WIB

Berita Terkait

Ini Persiapan Bos BEI Dalam Kasus Saham BFIN
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi - (Foto: Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) terancam bakal digugat oleh PT Aryaputra Teguharta (APT) setelah masalah sengketa sahamnya dengan PT BFI Finance Tbk (BFIN).

Menanggapi hal ini Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi santai saja soal gugatan ini. Dirinya mengaku bakal taat mengikuti aturan hukum yang ada. Namun dirinya tak mau berbicara panjang lebar terkait hal tersebut dan lebih menyerahkan kasus ini pada penegak hukum.

"Rasanya kita ikuti saja hukumnya gemana, karena kita kan selalu patuh, aturan hukumnya bagaimana kita ikuti saja," kata Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (23/8/2018).

"Yang mana, yang kira-kira resmi sebagai owner segala macam kita hormati saja. Kan ada institusi yang bisa melihat yang mana yang sebenarnya, yang resmi," tambah Inarno.

Sengketa saham yang terjadi antara PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dan PT Aryaputra Teguh Harta (APT) bakal berbuntut panjang. Sebab jika permasalahan yang dihadapi APT tidak di respon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), kedua lembaga tersebut bakal mendapatkan gugatan dari APT.

"Yah jika tidak direspon dengan baik, permasalahan kita tidak di dengarkan kita akan melakukan gugatan," kata Pheo Hutabarat kuasa hukum APT Pacific Place, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Sebagaimana diketahui, Putusan PK 240/2006 telah diputuskan pengadilan karena sebelumnya terdapat gugatan APT atas perbuatan BFIN sebagai emiten di tahun 2001 yang secara ilegal telah mengalihkan 32,32% saham-saham BFIN milik APT. Merujuk putusan inkracht PK 240/2006 memutuskan APT adalah pemilik sah (lawful owner) atas 32,32% saham BFIN.

"OJK dan BEI sebagai regulator dan wasit di pasar modal diminta tidak ragu melihat bahwa putusan PK 240/2006 jelas menegaskan APT sebagai pemilik sah 32,32% saham BFIN," katanya.

OJK menyatakan, akan mematuhi keputusan hukum terkait sengketa 32,32% saham BFIN milik APT.

Tapi sebelum mengambil langkah lebih jauh terkait emiten jasa keuangan itu, OJK akan mempelajari terlebih dahulu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta nomor 120/G/2018/PTUN JKT.

"Kami juga lagi membahas itu (kasus 32,32% saham APT pada BFIN)," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen.

Hoesen mengatkan jika persoalan sengketa perebutan saham, maka pihanya akan mengembalikan kepada putusan hukum.

"Ya, tapi tanya kepada mereka (pihak yang bersengketa) apakah ada putusan setelah itu (putusan PTUN no 120/G/2018/PTUN.JKT), OJK bukan merupakan lembaga eksekusi keputusan pengadilan," kata dia. [hid]

Komentar

x