Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 21:43 WIB

Suku Bunga Dikerek Naik Lagi, BEI Bungkam

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:51 WIB

Berita Terkait

Suku Bunga Dikerek Naik Lagi, BEI Bungkam
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2018 kembali memutuskan untuk menaikkan 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 5,50%.

Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75% dan Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

Kenaikan ini merupakan yang keempat kali sepanjang tahun berjalan 2018. Sebelumnya BI menahan suku bunga acuan di posisi 5,25% pada Juli. BI sudah menaikkan suku bunga acuan pada Mei dan Juni dengan total kenaikan 100 bps.

Menanggapi hal ini otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) tampak bungkam terkait hal ini.

"Jangan tanya itu, saya mau menjawab terkait perusahaan tercatat saja," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Padahal sebelumnya para pejabat BEI cukup khawatir terkait kenaikan suku bunga acuan, pasalnya kenaikan ini akan mempengaruhi kondisi pasar modal negeri.

Namun ketika suku bunga naik, pada Rabu (16/8/2018) laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada pengujung perdagangan hari kemarin sukses terkerek positif.

IHSG rebound dan ditutup menguat 0,81% atau 46,72 poin di level 5.816,59. Padahal, pergerakan indeks sempat berbalik ke zona merah hingga menyentuh level 5.689 setelah dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,22% atau 12,51 poin di level 5.782,38.

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan keputusan untuk menaikkan suku bunga tersebut untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman.

"Bank Indonesia menghargai dan mendukung keseriusan dan langkah-langkah konkrit Pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan dengan mendorong ekspor dan menurunkan impor, termasuk penundaan proyek-proyek Pemerintah yang memiliki kandungan impor tinggi. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal dalam kondisi ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi," terangnya

Ke depan, lanjut dia, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan dan prospek perekonomian domestik maupun global, untuk memperkuat respons bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. [jin]

Komentar

x