Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 21:06 WIB
Hightlight News

Ini Faktor Pemicu Dolar AS Naik 16% terhadap Lira

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 06:03 WIB

Faktor Erdogan?

Faktor Erdogan?
Presiden Recep Tayyip Erdogan

Negara ini, tempat Presiden Recep Tayyip Erdogan terpilih kembali dalam pemungutan suara pada bulan Juni. Kekuatannya yang berkembang telah menimbulkan pertanyaan tentang independensi bank sentral negara itu.

Lembaga itu sedang berjuang dengan inflasi dua digit dan ketergantungannya pada pendanaan asing. Dengan banyak hutangnya dalam dolar AS, semakin kuat uang menambah beban utangnya.

Menteri Keuangan dan Keuangan Turki, Berat Albayrak kemudian dalam sebuah pidato mengatakan bahwa kebijakan moneter harus independen dan bahwa independensi bank sentral Turki adalah yang paling penting. Dalam waktu dekat, Albaryak mengatakan Turki perlu fokus pada penyeimbangan kembali, termasuk kebijakan fiskal ketat dan defisit neraca transaksi berjalan yang menyempit.

Analis dan investor juga mengaitkan tekanan tanpa henti terhadap mata uang Turki terhadap pertikaian diplomatik antara Washington dan Ankara mengenai penahanan seorang pastor AS di Turki.

"Untuk beberapa hari, pasar global telah mencatat lira Turki yang terjun dengan lebih banyak rasa ingin tahu daripada kekhawatiran, tampaknya melihatnya sebagai masalah Turki dan tidak ada orang lain," kata Sean Callow, ahli strategi mata uang di Westpac seperti mengutip marketwatch.com. "Sepertinya itu sudah berubah."

Simpanan simpanan mata uang Turki yang terbatas dapat mendorongnya untuk mencari bailout dari Dana Moneter Internasional, kata Paul McNamara, direktur investasi untuk utang pasar berkembang di GAM International Management.

 

1 1

Komentar

x