Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 21:07 WIB

Pasar Modal masih Lesu, OJK Siapkan 'Obat' Ini

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Jumat, 10 Agustus 2018 | 10:31 WIB
Pasar Modal masih Lesu, OJK Siapkan 'Obat' Ini
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memprioritaskan berbagai kebijakan yang bisa mempercepat pertumbuhan dan peningkatan peran industri pasar modal dalam perekonomian nasional.

Apalagi saat ini kondisi pasar modal dalam negeri boleh dibilang lesu, lantaran volatile kondisi ekonomi baik internal maupun eksternal.

"OJK bersama para pemangku kepentingan terus merumuskan dan melaksanakan kebijakan yang tepat untuk mewujudkan cita-cita menjadikan pasar modal Indonesia yang kuat dan berperan signifikan dalam mendukung pembiayaan pembangunan, menjaga stabilitas sistem keuangan, maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam perayaan HUT Pasar Modal Indonesia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Untuk mendukung itu, Wimboh bilang, OJK akan mengeluarkan berbagai kebijakan di industri pasar modal di antaranya adalah: Mengembangkan instrumen pasar modal sesuai kebutuhan Pemerintah dalam menyediakan pendanaan untuk pengembangan sektor prioritas, seperti sektor industri berorientasi ekspor, sektor industri substitusi barang impor, sektor pariwisata, sektor perumahan dan sektor komoditas.

Memberikan alternatif instrumen pembiayaan bagi perusahaan dan instrumen investasi bagi pemodal profesional dengan mengeluarkan peraturan terkait Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk Mempercepat pertumbuhan pasar modal syariah melalui pengembangan variasi produk saham syariah seperti sukuk wakaf dan EBA syariah.

Tak hanya itu, OJK juga menyiapkan dasar pengaturan bagi pendirian Lembaga Pendanaan Efek yang berfungsi meningkatkan likuiditas dan stabilitas pasar melalui penguatan infrastruktur transaksi margin dan short selling;

Menyediakan landasan pengaturan bagi kegiatan Equity Crowdfunding di pasar modal;

Mendorong pendirian Perusahaan Efek Daerah untuk mengakselerasi pertumbuhan jumlah investor retail di daerah, meningkatkan tingkat literasi dan inklusi Pasar Modal di daerah.

Mengembangkan instrumen dan pasar derivatif di pasar modal untuk memberikan kenyamanan bagi investor nonresiden untuk berinvestasi di pasar modal.

"Upaya-upaya tersebut akan dilengkapi dengan kebijakan meningkatkan sinergi antara pasar modal dengan sektor jasa keuangan lainnya, penguatan infrastruktur pasar modal, penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik," kata Wimboh. [jin]

Komentar

x