Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 16:57 WIB

Ricuh Penolakan Lapkeu AISA, Ini Kata OJK

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 9 Agustus 2018 | 13:16 WIB

Berita Terkait

Ricuh Penolakan Lapkeu AISA, Ini Kata OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal sekaligus anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sebagian besar investor PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) atau TPS Food menolak laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2017 dalam Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar perseroan beberapa waktu lalu. RUPST tersebut juga berakhir ricuh.

Menanggapi hal ini Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal sekaligus anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen mengatakan, masih mempelajari dan memeriksa masalah kisruh internal di perusahaan produsen makanan ringan tersebut.

"Kan kita harus tanya dulu ke semua pihak. Komisarisnya, nanti ke auditornya. Ke notarisnya. Apa yang terjadi. Ini lagi kita pelajari dan sudah diperiksa. Tim yang kerja, saya kan belum dapat laporan," kata Hoesen di Jakarta, seperti ditulis Kamis (9/8/2018).

Pada pekan lalu OJK memanggil jajaran komisaris AISA ke kantor otoritas itu, untuk menjelaskan kisruh yang terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) AISA yang dilaksanakan 27 Juli 2018. Di mana, beberapa direksi emiten tersebut sempat melakukan aksi walk out atau meninggalkan rapat sebelum selesai.

Panggilan OJK tersebut dihadiri tiga orang Komisaris AISA yakni Kang Hongkie Widjaja, Hengky Koestanto dan Jaka Prasetya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, mengatakan BEI mempertanyakan beberapa pertanyaan terkait dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berakhir ricuh pada beberapa waktu lalu.

"Ada beberapa yang kami bicarakan termasuk beberapa terkait dengan permasalahan good corporate governance (GCG) karena mereka diduga di beberapa media, melakukan transaksi afiliasi atas nama perorangan yang saat ini menjadi direksi," Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta.

Poin yang ditanyakan oleh BEI adalah soal mata acara kedua terkait persetujuan laporan tahunan dan juga mata acara keempat terkait dengan penggantian direksi dan komisaris, dimana mata acara keempat tersebut diwarnai aksi walk out oleh Direktur Utama AISA.

"Namun setahu kami itu agenda tambahan kan ada aturannya menyampaikan agenda tambahan itu yang kita tanyakan, kebasahannya seperti apa," kata Nyoman.

Untuk itu, pihak BEI masih menunggu penjelasan perusahaan ini hingga hari Jumat yang akan datang terkait dengan perkara-perkara ini sebelum mengambil keputusan lebih lanjutan. Yang jelas, BEI meminta investor untuk menunggu penjelasan perusahaan di minggu ini.

Asal tahu saja Rapat umum pemegang saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. berakhir ricuh. Jajaran direksi perseroan keluar dari lokasi rapat yang digelar pada Jumat lalu (27/7/2018) di Auditorium Bursa Efek Indonesia itu sambil berteriak-teriak.

"Komisaris utama saya ditekan oleh bapak Jaka Prasetya," ujar Direktur Utama Tiga Pilar Sejahtera Food Stefanus Joko Mogoginta dengan suara tinggi waktu itu.

Joko walk out dari RUPS bersama rombongan jajaran direksi Tiga Pilar Sejahtera Food yang saat ini terdiri atas Budhi Istanto Suwito dan Hendra Adisubrata sebagai direktur dan Jo Tjong Seng sebagai direktur independen.

Saat itu, Joko menuturkan dirinya ikut membangun perseroan pada 26 tahun yang lalu. Dia menuding telah terjadi hostile take over atau pengambil alihan secara paksa terhadap perusahaanya.

"Ini jelas hostile take over. Tadi pak Anton (Apriantono) [Presiden Komisaris Tiga Pilar Sejahtera Food] menjelaskan ditekan oleh pak Jaka Prasetya [Komisaris AISA mewakili KKR] tanggal 25 untuk membuat suatu kesepakatan. Inilah menjadi skenario yang jelas jahat dan busuk!" ucapnya.

Kesepakatan yang dimaksud, imbuh Joko, berupa pencabutan tanda tangan dalam Laporan Keuangan 2017 yang disusun oleh direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. [jin]

Komentar

x