Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 21:11 WIB

Asing Masuk Perusahaan Efek Daerah, No!

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 8 Agustus 2018 | 15:11 WIB
Asing Masuk Perusahaan Efek Daerah, No!
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan rancangan peraturan OJK (POJK) tentang perizinan perusahaan efek daerah (PED).

Ada satu poin penting yang terkandung dalam aturan tersebut, yakni dilarangnya asing untuk ikut serta dalam perusahaan efek daerah.

"Jangan dong. Itu rezekinya orang domestik. Kalau asing jadi anggota bursa saja," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Dalam aturan baru tersebut yang dimaksud dengan perusahaan efek daerah adalah perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek yang mengadministrasikan rekening efek nasabah dan khusus didirikan dalam suatu wilayah provinsi.

"Satu perusahaan efek harus kerja sama dengan satu anggota bursa, enggak boleh lebih," katanya.

Namun kata dia, OJK membatasi anggota bursa (AB) hanya dapat bekerjasama dengan satu PED. Tapi otoritas pasar modal membebaskan PED untuk memilih AB tanpa melihat modal disetor dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan.

"Boleh (PED) bebas milih AB, tapi satu PED hanya boleh bekerjasama dengan satu AB dan tidak beloh lebih," katanya.

Dalam rancangan peraturan OJK tentang perijinan Perusahaan Efek Daerah itu, terdapat tiga kelompok PED. Pertama, PED dengan modal disetor minimal Rp7,5 miliar dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) minimal Rp5 miliar atau 6,25% dari total kewajiban.

Hanya saja, PED kelompok ini hanya dapat melayani transaksi efek untuk kepentingan sendiri dan pihak lain serta melakukan pemasaran efek untuk kepentingan perusahaan efek lain.

Bagi kelompok kedua, wajib memiliki modal disetor minimal Rp15 miliar dan MKBD paling sedikit 10 miliar. PED kelompok ini, dapat melayani transaksi efek untuk kepentingan sendiri dan pihak lain, melakukan pemasaran efek untuk kepentingan perusahaan efek lain dan kegiatan pembiayaan transaksi efek, tapi sumber dananya bukan berasal dari utang.

Sedangkan PED kelompok ketiga, wajib memiliki modal disetor Rp30 miliar dan MKBD minimal Rp25 miliar. Bagi kelompok ini, diijinkan melakukan seperti kelompok pertama dan kedua. Tapi memilki keleluasaan melakukan kegiatan lain, seperti perusahaan efek yang melakukan penjamin emisi efek dan perantara efek.

Hanya saja, dalam melakukan kegiatannya, PED harus menggandeng anggota bursa (AB) dan anggota kliring. Sedangkan efek yang dimaksud adalah efek yang diterbitkan melalui penawaran umum. [jin]

Komentar

x