Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 03:11 WIB

Pilih Suspend, BEI Masih Tunggu Info Lengkap TCPI

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 8 Agustus 2018 | 12:56 WIB

Berita Terkait

Pilih Suspend, BEI Masih Tunggu Info Lengkap TCPI
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penjelasan keterbukaan informasi dari PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) belum memadai dan memiliki landasan fundamental. Sehiingga suspend terhadap TCPI diperpanjang sampai emiten tersebut memberi penjelasan yang cukup.

Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna Gedung BEI Jakarta, Rabu (8/8/2018).

"Di bursa ada pengawasan transaksi yang dapat menangkap unusual market, dan apakah pergerakannya didukung fundamental dan informasi, kalaupun sudah menyampaikan tapi suspend belum dibuka maka kami lihat belum cukup,"jelas dia

Untuk diketahui, TCPI kembali dihentikan sementara perdagangan (suspend) saham. Penghentian itu dikarenakan harga saham emiten pelayaran batubara ini, mengalami kenaikan sangat tajam.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan menjelaskan status suspend itu berlaku pada pasar regular dan pasar tunai sejak sesi I perdagangan tanggal 7 Agustus 2018.

"Status ini berlaku sampai dengan pengumuman BEI berikutnya," jelas Lidia, dalam keterangan resmi, Selasa (7/8/2018).

Dalam keterangan resmi tersebut, Lidia juga menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan.

Ruang lingkup kegiatan TCPI adalah menjalankan usaha dalam bidang pelayaran, angkutan laut, baik orang, hewan maupun barang, penyewaan kapal laut, perwakilan pelayaran dari perusahaan pelayaran laut baik pelayaran tetap maupun tidak tetap untuk pelayaran di dalam negeri dan di luar negeri, agen perkapalan perusahaan pelayaran, penyewaan peralatan pelayaran dan pelayaran luar negeri antar negara (pelayaran samudera).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Transcoal Pacific Tbk, yaitu: PT Sari Nusantara Gemilang (56,00%) dan PT Karya Permata Insani (24,00%).

Komentar

x