Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 02:44 WIB

Genjot Minat Investasi

OJK Dirikan Perusahaan Efek Daerah

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 8 Agustus 2018 | 11:48 WIB

Berita Terkait

OJK Dirikan Perusahaan Efek Daerah
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberi ijin kepada pelaku pasar modal untuk mendirikan Perusahaan Efek Daerah (PED). Pendirian PED diharapkan dapat meningkatkan minat berinvestasi di daerah.

Hal tersebut tertuang dalam draft rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Perijinan Perusahaan Efek Daerah yang dipublikasikan beberapa waku lalu.

"Dengan ini kita berharap minat investasi di daerah akan tumbuh besar, mengingat potensinya cukup besar," Kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Namun kata dia, OJK membatasi anggota bursa (AB) hanya dapat bekerjasama dengan satu PED. Tapi otoritas pasar modal membebaskan PED untuk memilih AB tanpa melihat modal disetor dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan.

"Boleh (PED) bebas milih AB, tapi satu PED hanya boleh bekerjasama dengan satu AB dan tidak beloh lebih," katanya.

Dalam rancangan peraturan OJK tentang perijinan Perusahaan Efek Daerah itu, terdapat tiga kelompok PED. Pertama, PED dengan modal disetor minimal Rp7,5 miliar dan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) minimal Rp5 miliar atau 6,25% dari total kewajiban.

Hanya saja, PED kelompok ini hanya dapat melayani transaksi efek untuk kepentingan sendiri dan pihak lain serta melakukan pemasaran efek untuk kepentingan perusahaan efek lain.

Bagi kelompok kedua, wajib memiliki modal disetor minimal Rp15 miliar dan MKBD paling sedikit 10 miliar. PED kelompok ini, dapat melayani transaksi efek untuk kepentingan sendiri dan pihak lain, melakukan pemasaran efek untuk kepentingan perusahaan efek lain dan kegiatan pembiayaan transaksi efek, tapi sumber dananya bukan berasal dari utang.

Sedangkan PED kelompok ketiga, wajib memiliki modal disetor Rp30 miliar dan MKBD minimal Rp25 miliar. Bagi kelompok ini, diijinkan melakukan seperti kelompok pertama dan kedua. Tapi memilki keleluasaan melakukan kegiatan lain, seperti perusahaan efek yang melakukan penjamin emisi efek dan perantara efek.

Hanya saja, dalam melakukan kegiatannya, PED harus menggandeng anggota bursa (AB) dan anggota kliring. Sedangkan efek yang dimaksud adalah efek yang diterbitkan melalui penawaran umum. [jin]

Komentar

Embed Widget
x