Find and Follow Us

Jumat, 21 Juni 2019 | 04:36 WIB

OJK Kaji Pelaporan Keterbukaan Emiten Satu Pintu

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 1 Agustus 2018 | 11:45 WIB
OJK Kaji Pelaporan Keterbukaan Emiten Satu Pintu
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) terus berupaya menurunkan biaya pengawasan terhadap industry keuangan yang diawasinya. Salah satu dengan mengkaji penyampaian pelaporan keterbukaan emiten melalui satu pintu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen menyampaikan hal itu di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (1/8/2018). "Kami terus merupaya menurunkan regulatory cost, misalnya penyampaian laporan keterbukaan melalui elektronik," kata Hoesen.

Ia beralasan, saat ini emiten mememiliki kewajiban menyampaikan laporan keterbukaan kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia. "Ke depan penyampaikan laporan ke OJK dan BEI melalui satu pintu," kata dia.

Namun terkait pungutan OJK, jelas dia, pihaknya belum ada niatan untuk memberi keringanan berupa potongan dari tarif yang berlaku. "Ngak akan turun dalam waktu dekat," tegas dia.

Untuk diketahui, pungutan yang dikenakan pada emiten sebesar 0,03% dari nilai emisi efek per tahun. Nilai ini memiliki batas terendah sebesar Rp15 juta dan maksimal senilai Rp150 juta per tahun.

Bahkan, emiten sektor keuangan dibebankan dua kali pungutan tiap tahunnya. Disamping pemungutan sebagai emiten dengan pungutan 0,03%, dua lembaga keuangan ini juga dipungut biaya sebesar 0,045% dari total asetnya dengan nilai paling sedikit Rp10 juta per tahun. [hid]

Komentar

Embed Widget
x