Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:02 WIB

Paruh Pertama 2018, Laba Bersih EHP Lompat 102%

Selasa, 31 Juli 2018 | 02:30 WIB

Berita Terkait

Paruh Pertama 2018, Laba Bersih EHP Lompat 102%
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Paruh pertama 2018, PT Eagle High Plantations Tbk (EHP) membukukan laba bersih Rp2 miliar, setelah sejak 2015 hingga 2017 membukukan rugi bersih masing-masing Rp181,4 miliar, Rp391,4 miliar dan Rp187,8 miliar.

Capaian laba bersih ini melonjak 102% dibandingkan perolehan pada semester satu-2017 yang mencatatkan rugi bersih Rp128,2 miliar. Peningkatan laba bersih ini seiring dengan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) pada semester I-2018 mencapai 718.100 ton, atau meningkat 15% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan Palm Kernel (PK) juga mengalami kenaikan, masing-masing 13% dan 21,6% dibanding semester I-2017 menjadi 155.761 MT dan 25.890 MT.

"Diharapkan pencatatan laba bersih ini bisa berlanjut hingga akhir tahun 2018 sekaligus sebagai momentum kebangkitan kinerja Perseroan di masa mendatang," kata Henderi Djunaidi, Direktur Keuangan PT EHP di Jakarta, Senin (30/7).

Pada semester I-2018, perseroan mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 9% menjadi Rp508,6 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak meningkat 78% dibanding semester I-2017. Namun demikian, pendapatan perseroan turun tipis 6% menjadi Rp1,4 triliun.

Penurunan penjualan ini sebagian besar disebabkan tertundanya pengiriman atau pengambilan CPO sehubungan libur panjang di bulan Juni. Faktor turunnya harga CPO hanya berkontribusi sebesar 4% terhadap penurunan pendapatan Perseroan.

"Pada semester satu ini Perseroan tercatat memiliki stok CPO sebesar 42.342 MT, hampir tiga kali lipat stok pada semester satu tahun lalu. Adapun stok PK mencapai 10.073 MT. Stok CPO dan PK ini hanya menunggu waktu pelaksanaan pengiriman atau pengambilan oleh pembeli," kata Henderi.

Secara umum, menurut Henderi, pencapaian peningkatan kinerja keuangan ini sebagai hasil dari beberapa inisiatif manajemen yang telah dilaksanakan beberapa tahun lalu. Salah satu inisiatifnya adalah mengaplikasikan teknologi informasi.

"Perseroan telah membangun Qlikview, yaitu infrastruktur teknologi informasi yang berguna bagi pengelolaan laporan dan analisa data sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan yang akurat dan cepat," katanya.

Pada 2017, telah dibangun infrastruktur teknologi guna mendukung peningkatan produktivitas yaitu Digital Harvesting System. Selain itu juga disiapkan Jedox sebagai infrastruktur guna menunjang perencanaan dan pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.

"Pada tahun ini Perseroan juga akan mengaplikasikan SAP S/4 HANA. Dengan demikian, diharapkan peningkatan produktivitas, efektivitas dan efisiensi dapat dioptimalkan dengan sistem digitization yang terintegrasi. Dan yang lebih terpenting adalah Perseroan memiliki pusat data yang akurat dan integritas datanya lebih terjamin," tegasnya.

Seperti diketahui, seluruh tanaman perseroan memasuki usia prima pada dua tahun mendatang. Berbekal penerapan praktek agronomi terbaik, ditunjang infrastruktur dan aplikasi teknologi yang tepat guna yang juga akan terus ditambah dan dikembangkan dengan berbagai sistem baru yang terpadu, serta kedisiplinan karyawan, maka produktivitas perseroan diyakini bakal melesat di masa depan.

Perseroan berharap industri kelapa sawit di masa mendatang semakin meningkat sejalan dengan tekad pemerintah untuk memantapkan pelaksanaan kebijakan B20 untuk biodiesel. Dengan penerapan kebijakan tersebut diprediksi akan meningkatkan kebutuhan CPO dalam negeri, yang juga akan berdampak pada kenaikan harga CPO. [tar]


Komentar

Embed Widget
x