Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 14:42 WIB

Saham Syariah Grup Astra, Inilah Harga Wajarnya!

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 30 Juli 2018 | 08:17 WIB

Berita Terkait

Saham Syariah Grup Astra, Inilah Harga Wajarnya!
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Di antara konglomerasi besar dengan emiten-emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah grup Astra. Total kapitalisasi pasar dari semua emiten Astra per 27 Juli 2018 sebesar Rp460,57 triliun atau sekitar 6,83% dari total kapitalisasi saham di BEI.

Emiten-emiten grup Astra yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Acset Indonusa Tbk (ACST), Astra Graphia Tbk (ASGR), Astra International Tbk (ASII), Astra Otoparts Tbk (AUTO), Bank Permata Tbk (BNLI), dan United Tractors Tbk (UNTR).

Dilihat dari sisi sektoral, saham-saham Astra terkategorikan ke dalam sektor pertanian (AALI), aneka industri (ASII, AUTO), properti dan konstruksi (ACST), perdagangan dan jasa (ASGR, UNTR), dan keuangan (BNLI).

"Dari emiten-emiten tersebut, hanya BNLI yang tidak termasuk ke dalam kategori saham syariah," kata Asep Muhammad Saepul Islam, Pendiri Syariahsaham.com dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (29/7/2018) malam.

Per Jumat (27/7/2018), semua emiten syariah yang terafiliasi dengan grup Astra ini sudah merilis laporan keuangan tengah tahunan atau semester pertama tahun 2018. Bagaimana dengan kinerja masing-masing emiten syariah dari grup Astra ini? Mari kita simak!

Dari sisi ekuitas, ASII sebagai induk dari grup Astra menempati urutan terbesar dengan jumlah Rp161,88 triliun, disusul oleh UNTR (Rp 51,66 triliun), AALI (Rp 18,92 triliun), AUTO (Rp10,80 triliun) dan ACST (1,49 triliun). "Sementara itu,ASGR menjadi emiten Astra dengan ekuitas terkecil dengan total Rp1,34 triliun," tutur dia yang biasa dipanggil Mang AMSI, singkatan namanya.

Adapun untuk besaran pendapatan dan laba, ASII berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp112,55 triliun, naik 14,81% dari periode tahun sebelumnya di angka Rp98,03 triliun. "Hal ini berimbas pada laba bersih yang naik 11,18% menjadi Rp10,38 triliun dari Rp9,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu," ujarnya.

UNTR juga mencatatkan pertumbuhan penjualan 32,33% menjadi Rp38,94 triliun dari Rp29,43 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih pun melonjak 60,07% dari Rp3,42 triliun menjadi Rp5,48 triliun tahun ini.

Dari sektor perkebunan, AALI mencetak penjualan sebesar Rp9,02 triliun, naik tipis 5,56% dari Rp8,55 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih mengalami penurunan signifikan -23,33% dari Rp1,02 triliun tahun lalu menjadi Rp783,91 triliun tahun ini.

Emiten suku cadang AUTO menorehkan pendapatan sebesar Rp7,42 triliun, naik 14,62% dari Rp6,47 triliun tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bersih yang dicetak hanya mengalami kenaikan tipis di angka Rp205,79 miliar, naik 3,73% dari Rp198,34 miliar di periode sebelumnya.

Sementara itu, ASGR mencatatkan kenaikan penjualan di angka Rp1,67 triliun, tumbuh 45,88% dari Rp1,145 triliun tahun lalu. Hal ini berimbas pada laba bersih yang juga naik 23,02% menjadi Rp87,96 miliar dari Rp71,50 miliar tahun lalu.

Emiten yang belakangan masuk grup Astra, ACST berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp1,66 triliun, tumbuh 62,22% dari Rp1,02 triliun tahun sebelumnya. Hal ini juga diikuti dengan pertumbuhan laba bersih di angka Rp73,44 miliar, naik 14,48% dari Rp64,16 miliar tahun lalu.

Dari torehan laba bersih masing-masing emiten, diperoleh rasio harga saham dibandingkan laba bersih (PER) yang disetahunkan sebesar 13,50x untuk AALI, ACST (12,34x), ASGR (11,96x), ASII (13,60x), AUTO (17,33x) dan UNTR (12,05x).

Sementara itu, rasio perbandingan harga saham dibanding nilai buku (PBV) masing-masing untuk AALI sebesar 1,15x, ACST (1,26x), ASGR (1,57x), ASII (2,21x), AUTO (0,73x) dan UNTR (2,68x).

Dengan menggunakan teknik valuasi sederhana yang menitikberatkan pada laba bersih per saham dasar (EPS) dan imbal hasil atas ekuitas (ROE) yang disetahunkan, diperoleh harga wajar saham-saham syariah Astra.

"Nilai wajar harga saham AALI berada pada kisaran Rp13.299, dengan ambang batas aman investasi (margin of safety, MoS) sebesar 17,29% dari harga penutupan terakhir," ungkap Amsi.

Selanjutnya, nilai wajar harga saham ACST berada di angka Rp3.478 (MoS 25,53%), ASGR Rp2.230 (MoS 30,06%), ASII Rp8.748 (MoS 20,27%), AUTO Rp1.333 (MoS -11,03%), dan UNTR di Rp54.036 (MoS 34,49%).

Lima dari enam emiten syariah dari grup Astra bisa dikatakan masih berada di bawah nilai wajarnya, kecuali AUTO. "Namun valuasi ini bersifat relatif dan subjektif. Oleh karena itu, diperlukan analisis mendalam dari semua emiten tersebut baik secara fundamental maupun teknikal, disertai dengan money management yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing," ucapnya seraya menggarisbawahi.

"Adakah emiten Astra yang menarik untuk dicermati? Bagaimana menurut Anda? Silakan dipilah dan dipilih secara hati-hati! Disclaimer On," imbuhnya. [jin]

Komentar

x