Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 00:53 WIB

Inilah Perusahaan Dapat Diskon Listing Fee

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 25 Juli 2018 | 16:47 WIB

Berita Terkait

Inilah Perusahaan Dapat Diskon Listing Fee
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberi perlakukan berbeda bagi perusahaan rintisan yang akan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Salah satu perlakuan berbeda itu adalah terkait dengan biaya pencatatan awal (listing fee) dan biaya pencatatan tahunan (annual listing fee).

"Kalau UKM (usaha kecil menengah) akan dapat berbeda (biaya pencatatan-Red) dengan papan pengembangan dan papan utama, karena kita ingin memberi kesempatan mereka (UKM) untuk mulai masuk bursa sehingga jangan bicara feedulu," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, IGD Nyoman Yetna di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Disamping itu, lanjut dia, bagi perusahaan rintisan juga akan menikmati keringanan pelaksanaan tata kelola perusahaan dan keterbukaan informasi. "Sehiingga biaya (fee listing) tentunya juga akan berbeda," ujar dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, rencana pemberian keringanan tersebut sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang Penawaran umum dan Penambahan Modal bagi perusahaan dengan aset skala kecil dan skala menengah.

Oleh otoritas pasar modal tersebut, perusahaan dengan skala kecil atau dengan aset hingga Rp50 miliar dapat menyampaikan laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP dan menyampaikan laporan keuangan satu tahun terakhir.

Sedangkan keringan bagi perusahaan skala menengah atau perusahaan dengan aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, diberi keringan berupa penyampaian laporan keuangan dua tahun terakhir.

Untuk diketahui, biaya pencatatan awal untuk emiten papan utama sebesar Rp1 juta setiap kelipatan Rp1 miliar dari nilai kapitalisasi saham. Tapi terdapat biaya minimal, yakni Rp25 juta dan maksimal Rp250 juta. Sedangkan emiten papan pengembangan dikenakan biaya Rp1 juta setiap kelipatan Rp1 miliar kapitalisasi saham dengan biaya minimal Rp25 juta dan maksimal Rp150 juta.

Dalam kesempatan ini, Nyoman juga menolak permintaan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk merubah metode perhitungan annual listing fee (ALF) dari berdasarkan kapitalisasi saham menjadi modal disetor. "Fee itu kan akan dikembalikan dalam bentuk fee service," jelas dia. [hid]

Komentar

Embed Widget
x