Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 21:11 WIB

Inilah 12 Jurus BEI Hadapi Ketidakpastian Global

Oleh : M Fadil Djailani | Minggu, 22 Juli 2018 | 02:40 WIB
Inilah 12 Jurus BEI Hadapi Ketidakpastian Global
Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan 12 rencana kerja utama yang diprioritaskan untuk tuntas tahun ini hingga awal 2019.

Saat ini, kondisi pasar modal terus berfluktuasi, kadang bagus dan tidak bagus. Artinya, sangat rentan situasi ekonomi internal dan eksternal. Hal inilah yang menjadikan dasar bagi direksi anyar BEI membuat program kerja ini.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, mengatakan, BEI memiliki banyak rencana kerja, tetapi 12 di antaranya merupakan inisiatif unggulan yang dinilai mendesak untuk segera dituntaskan.

Mengutip Sabtu (21/7/2018) 12 program unggulan tersebut diantaranya BEI akan mengubah siklus penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2. "Itu artinya penyelesaian transaksi saham hingga penyerahan barang atau penerimaan uang akan selesai dalam waktu 2 hari, dari sebelumnya 3 hari," kata Inarno.

BEI akan menerapkan settlement T+2 pada 26 November 2018. Sementara masa penerapan settlement T+3 akan berakhir pada 23 November 2018. Sedangkan hari penyelesaian pertama T+2 pada 28 November 2018.

Kedua, BEI akan kembangkan elektronik bookbuilding. OJK pun tengah menyiapkan peraturannya. Selain itu BEI juga akan menata ulang porsi penjatahan pasti kepada institusi dan masyarakat melalui mekanisme pooling.

Ketiga, BEI akan menyiapkan papan akselerasi. Papan ini untuk mengakomodasi perusahaan kecil seperti UKM yang tidak masuk dalam persyaratan papan perdagangan utama.

Keempat, BEI akan meluncurkan sistem I Suite. Sistem itu untuk memberikan tanda seperti tato bagi emiten yang masih bermasalah. I Suite nantinya akan memberikan tanda kepada setiap saham yang ada di data feed. Setiap ticker saham nantinya berisi link yang memberikan informasi tentang informasi negatif emiten tersebut.

Kelima, BEI juga akan membentuk perusahaan IT. Perusahaan itu akan membawahi perusahaan-perusahaan efek daerah yang akan digalakan oleh BEI.

Keenam, BEI juga akan mendukung sistem dari perusahaan efek non Anggota Bursa (AB), salah satunya dengan mendirikan Perusahaan IT. Ketujuh, BEI akan mengatur dan mengembangkan Elektronik Trading Platform (ETP).

Kedelapan, BEI akan membuat IDX virtual trading system. Sistem tersebut menyediakan simulasi bagi masyarakat yang baru mau mencoba berinvestasi di pasar modal.

Kesembilan, BEI akan membuat sistem registrasi elektronik. Sistem tersebut untuk mempermudah perusahaan yang ingin mendaftar sebagai perusahaan tercatat di pasar modal, dengan menyerahkan dokumen secara online.

Kesepuluh, BEI akan membuat simplifikasi pembukaan rekening efek. Inisiasi itu akan mempersingkat waktu pembukaan rekening efek bagi investor baru

Terakhir, BEI akan kembangkan Indonesian Government Bond Future (IBF) tahap II. Terakhir, BEI akan mengembangkan sistem distribusi keterbukaan informasi perusahaan tercatat terintegrasi (IDX-DNA). [ipe]

Komentar

x