Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 19:18 WIB

Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp12,2 T

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 19 Juli 2018 | 18:47 WIB

Berita Terkait

Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp12,2 T
Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi (tengah) bersama Direktur Treasury & International Banking Darmawan Djunaidi (kanan) dan Direktur TI & Operasi Rico Usthavia Frans (kiri) memberikan paparan mengenai kinerja triwulan II-2018 di - (Foto: inilahcom/Eusebio CT)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih sepanjang semester I 2018 sebesar Rp12,2 triliun, laba bersih ini naik 28,7% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang memperoleh laba bersih Rp9,46 triliun.

Direktur Perseroan Darmawan Junaidi mengatakan pertumbuhan laba bersih tersebut di topang oleh fee based income yang di dapat perseroan.

"Fee based income sebesar 18,1% menjadi Rp12,9 triliun, yang diiringi dengan penurunan biaya CKPN 15,4%. Penurunan biaya CKPN tersebut merupakan cerminan progres Bank Mandiri dalam menurunkan NPL," kata Darmawan di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Semantara itu untuk aset, perseroan juga mencatatkan kenaikan sebesar Rp88,1 triliun atau 8,3% secara yoy menjadi Rp1.155,5 triliun pada akhir triwulan II-2018, sehingga menjadikan aset bank BUMN terbesar di tanah air.

Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan kredit 11,8% secara year on year menjadi Rp 762,5 triliun. Pertumbuhan kredit itu terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit segmen korporasi besar sebesar 22,2% dan pertumbuhan kredit segmen mikro sebesar 24,8% menjadi masing-masing Rp 296,8 triliun dan Rp 90,6 triliun.

Di sisi lain, biaya operasional berhasil terus ditekan dan hanya tumbuh single digit berkat penerapan prinsip efisiensi secara konsisten di seluruh proses bisnis. Di samping itu, Bank Mandiri juga secara konsisten terus memperbaiki kualitas kredit produktif, antara lain melalui strategi collection yang efektif.

Sementara rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) menurun dari 3,82% pada semester 1-2017 menjadi 3,13%. Hal itu bisa memangkas alokasi biaya pencadangan Bank Mandiri menjadi Rp 7,9 triliun dari Rp 9,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir Juni 2018, total kredit infrastruktur yang disalurkan telah mencapai Rp 165,8 triliun atau 65% dari total komitmen yang diberikan, yaitu Rp 255,3 triliun. Kredit tersebut disalurkan kepada lebih dari 7 sektor yakni transportasi Rp 39,3 triliun, tenaga listrik Rp 36,8 triliun, migas & energi terbarukan Rp 24,1 triliun, konstruksi Rp 18,3 triliun, jalan Rp 10,6 triliun, perumahan rakyat & fasilitas kota Rp 9,5 triliun, telematika Rp 17,5 triliun dan infrastruktur lainnya Rp 9,6 triliun.

Sedangkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri mencapai Rp 8,27 triliun hingga Juni 2018. Angka itu mencapai 56,8% dari target tahun ini sebesar Rp 14,56 triliun.

Adapun 40,3% dari nilai tersebut atau Rp 3,33 triliun telah disalurkan kepada sektor produktif, yakni pertanian, perkebunan, industri pengolahan, dan jasa produksi. [hid]

Komentar

x