Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 07:16 WIB

Transaksi Saham 2 Hari

Potensi Gagal Serah-Bayar Saham Bakal Meningkat?

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 19 Juli 2018 | 01:03 WIB
Potensi Gagal Serah-Bayar Saham Bakal Meningkat?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan penerapan penyelesaian transaksi dua hari atau T+2 pada November 2018 mendatang.

Dengan adanya sistem baru ini artinya penyelesaian transaksi saham hingga penyerahan barang atau penerimaan uang dapat bisa dilakukan dalam waktu 2 hari, yang mana sebelumnya membutuhkan waktu 3 hari.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widito Widodo mengatakan untuk mensukseskan rencana tersebut, otoritas bursa dengan SRO terkait akan melakukan sosialisasi rencana tersebut kepada semua pihak.

"Kami akan melakukan grup diskusi terutama mengakomodasi komunikasi AB (Anggota Bursa) yang melayani investor asing dan tentu saja bank kustodian," kata Widodo di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Meski penerapan ini diyakini akan meningkatkan transaksi saham harian, namun rencana ini juga menimbulkan masalah baru yakni, adanya potensi gagal serah dan gagal bayar.

"Resiko pada saat masa peralihan dari T+3 ke T+2 adalah gagal serah, efek sampai hingga 20%-25% dari nilai transaksi," kata Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Iding Pardi ditempat yang sama.

Hanya saja, kata dia, BEI, KSEI dan KPEI telah menyiapkan berapa langkah untuk mencegah hal tersebut. Selain sosialisasi pihaknya akan mengajak pelaku pasar seperti AB, emiten dan lembaga asuransi untuk aktif dalam SLB (Securities Lending and Borrowing).

"Sistem lending and borrowing atau pinjam meminjam efek sudah ada tapi jarang digunakan," kata Iding.

Padahal, kata dia, SLB akan mengurangi risiko pelaku pasar gagal serah efek dan terkena denda alternate cash settlement (ACS) sebesar 125% dari nilai saham yang gagal serah.

"Selain mencegah gagal serah, pinjam memimjam efek sebenarnya menberi keuntungan kepada pelaku," jelas dia.

Ia merinci, setiap transaksi pinjam meminjam efek lewat KPEI akan dikenakan bunga 15% per tahun bagi peminjam dan 12% bagi yang meminjam. [jin]

Komentar

x