Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 07:14 WIB

Paruh Pertama, BBNI Koleksi Laba Rp7,4 triliun

Oleh : - | Rabu, 18 Juli 2018 | 18:38 WIB
Paruh Pertama, BBNI Koleksi Laba Rp7,4 triliun
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) meraup laba Rp7,44 triliun di semester I-2018. Naik 16% secara tahunan (year on year/yoy) didorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 13,3%.

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/7/2018), merincikan, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) mencapai Rp17,45 triliun dengan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11,1% (yoy) menjadi Rp457,9 triliun. "Pertumbuhan kredit BNI banyak ditopang oleh kredit ke korporasi swasta yang naik 11,6% (yoy)." papar Baiquni.

Selain pendapatan bunga, emiten berkode BBNI ini mengantongi pendapatan non bunga yang naik 9,1% (yoy) menjadi Rp5,08 triliun. Lantaran, komisi dari pembiayaan perdagangan, komisi bank garansi dan komisi dari sektor ritel konsumer.

"Dengan pertumbuhan laba 16 persen, tingkat profitabilitas dari keuntungan dari ekuitas (return on equity) dari 15,6 persen menjadi 16,5 persen," jelas Baiquni.

Pendapatan bunga BNI itu mendorong marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) menjadi 5,4%. Dan, BNI ingin menjaga NIM tetap di 5,4% hingga akhir tahun. "NIM kita semester I dibandingin tahun lalu turunnya cukup tajam. Tapi kalau secara kuartal, NIM sebenarnya masih bisa dijaga," ujar Baiquni.

Baiquni berjanji akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit, meskipun pertumbuhannya cukup agresif. Oleh karena itu, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perseroan turun menjadi 2,1% ketimbang periode sama tahun lalu yang mencapai 2,8%.

Dengan NPL yang turun, biaya kredit masih stagnan di 1,7%. Namun, rasio biaya pencadangan membaik menjadi 150,2% pada paruh pertama 2018 dibandingkan 147,2% pada periode sama tahun lalu. Di mana, BNI masih mempertahankan target pertumbuuhan kredit sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) di 13-15 persen hingga akhir tahun. [tar]


Komentar

Embed Widget

x