Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 07:20 WIB

Berapa Potensi Cuan di Saham BBRI?

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 18 Juli 2018 | 01:40 WIB
Berapa Potensi Cuan di Saham BBRI?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Analis melihat harga wajar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dalam 12 bulan mendatang berada di level Rp3.600. Masih terdapat potensi kenaikan sebesar 19,94% dari harga saat ini.

Pada perdagangan Selasa (10/7/2018) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup melemah Rp100 (3,4%) ke posisi Rp2.870. Intraday tertinggi di Rp2.940 dan terendah Rp2.860. Jumlat lot yang ditransaksikan sebanyak 1,4 juta senilai Rp394,8 miliar.

Kiswoyo Adi Joe, kepala riset PT Narada Kapital Indonesia mengatakan BRI kembali melanjutkan kinerja positifnya. Di sepanjang tahun 2017, emiten yang berkode saham BBRI ini menghasilkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp29,04 triliun atau tumbuh 10,7% dari tahun sebelumnya.

Tercatat penyaluran kredit bank berkode BBRI itu secara konsolidasi hingga akhir tahun 2017 sebesar Rp 739,3 triliun, tumbuh 11,4% dari posisi di tahun 2016 sebesar Rp 663,4 triliun.

Penyaluran kredit tersebut masih didominasi oleh penyaluran kredit mikro, yakni sebesar Rp239,5 triliun, kredit konsumer Rp114,6 triliun, kredit ritel dan menengah Rp197,8 triliun dan kredit korporasi Rp187,4 triliun.

BRI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp69,4 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur baru selama periode Januari hingga Desember 2017. Dari jumlah KUR yang telah disalurkan tersebut, sebesar 41% telah digunakan untuk sektor produktif.

Selain itu, BRI juga menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) di sepanjang 2017 secara konsolidasi sebesar Rp841,7 triliun atau tumbuh 11,5% dari tahun sebelumnya. Dari DPK itu didominasi oleh dana murah (CASA) dengan porsi mencapai 59%.

Sementara total aset BBRI hingga akhir 2017 sebesar Rp1.126,2 triliun, naik 12,2% dari posisi akhir tahun 2016 sebesar Rp1.003,6 triliun. Sedangkan fee based income BRI tumbuh 13,2%, dari Rp 9,2 triiiun di akhir tahun 2016 menjadi Rp10,4 triliun di akhir tahun 2017.

BBRI telah berhasil menjadi bank dengan jaringan cabang terbanyak di Indonesia, memiliki jumlah ATM terbanyak di Indonesia. "Hal ini membuat BBRI menjadi bank yang memiliki aset paling besar se Indonesia, mengalahkan BMRI," kata Kiswoyo dalam risetnya yang diterima di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Lebih jauh dia mengasumsikan,Return on Equity (RoE) BBRI pada akhir tahun 2018 sebesar 20%, beta saham BBRI 1,56, Risk Free Return sebesar 5,25%, Price to Earning Ratio (PER) tertinggi BBRI 15x, serta pertumbuhan Earnings per Share (EPS) BBRI untuk tahun 2018 sebesar sebesar 15%.

Oleh karena itu, Kiswoyo melihat harga wajar saham BBRI pada 12 bulan mendatang berada di level Rp3.600. "Masih terdapat potensi kenaikan harga saham BBRI sebesar 19,94% dari harga saat ini di level Rp 2.870," ujarnya.

Dia melihat Earnings per Share (EPS) BBRI di tahun 2018 ini bisa tumbuh 15% dari EPS tahun 2017 sebesar Rp237 menjadi Rp272 di akhir tahun 2018.

Nilai Maksimal untuk Pemegang Saham

BBRI sebagai bank dengan aset terbesar se-Indonesia mengalahkan BMRI juga didukung oleh kinerja net profit yang tinggi dan menjadi bank dengan net profit terbesar se-Indonesia. BBRI juga memiliki jumlah cabang dan ATM terbanyak se-Indonesia sehingga membuat BBRI lengkap sebagai bank terbesar di Indonesia.

BBRI juga menjadi satu-satunya bank di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit sendiri sehingga diharapkan bisa membuatnya lebih efisien dari sisi biaya jaringan yang dikeluarkan oleh BBRI.

"Kami melihat management BBRI merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia untuk sektor perbankan. Hal ini bisa dilihat dari besarnya fee based income BBRI dan banyaknya jaringan ATM milik BBRI," papar dia.

Karena hal ini, berarti managemen BBRI telah belajar banyak dari bank besar lainnya yang sudah lebih dahulu sukses dan bisa diterapkan di BBRI.

"Sehingga, perubahaan diri dari BBRI yang dikenal sebagai bank-nya orang desa telah menjadi bank modern, serta menghasilkan net profit yang besar, bahkan menjadi bank dengan net profit terbesar di Indonesia," imbuhnya. [jin]

Komentar

x