Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 01:05 WIB

Imbal Hasil AS mulai Ancam Pasar Obligasi Domestik

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 11 Juli 2018 | 09:48 WIB

Berita Terkait

Imbal Hasil AS mulai Ancam Pasar Obligasi Domestik
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Meski pergerakan pasar obligasi masih terbuka peluang kenaikan lanjutan, pergerakan imbal hasil obligasi AS yang mulai naik terbatas perlu diwaspadai imbasnya terhadap pergerakan obligasi dalam negeri.

"Diharapkan pergerakan rupiah dapat bertahan untuk memberikan dampak positif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri," kata Reza Priyambada, analis senior CSA Research Institute, di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Untuk itu, Reza menyarankan para pemodal untuk tetap mencermati dan mewaspadai jika masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah.

Kemarin, meski laju rupiah sedikit tertekan, tidak menghalangi laju pasar obligasi dalam negeri untuk melanjutkan kenaikannya.

"Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang masih stabil meski laju USD menguat terhadap EUR dan GBP setelah merespons negatif permasalahan internal pemerintahan Inggris, tampaknya cukup membantu pergerakan pasar obligasi dalam negeri di mana imbal hasilnya masih cenderung menurun," papar dia.

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 11,13 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 5,78 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 4,12 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik seiring mulai adanya aksi beli. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 93,48% memiliki imbal hasil 7,24% atau turun 0,09 bps dari sebelumnya di harga 93,15% memiliki imbal hasil 7,33%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 96,26% memiliki imbal hasil 7,87% atau turun 0,08 bps dari sehari sebelumnya di harga 95,49% memiliki imbal hasil 7,95%.

Pada Selasa (10/7/2018), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,67 bps di level 111,93 dari sebelumnya di level 111,19.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,26 bps di level 106,06 dari sebelumnya di level 105,78.

Pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,35% dari sebelumnya di level 7,43% dan US Govnt bond 10Yr di level 2,870% dari sebelumnya di level 2,872% sehingga spread di level kisaran 448,3 bps lebih rendah dari sebelumnya 456,4 bps.

Sedangkan pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,25%-9,30%.

Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 9,94%-9,96%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,02%-11,03%, dan pada rating BBB di kisaran 13,52%-13,87%. [jin]

Komentar

x