Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 13:52 WIB

Saham TBIG dan TOWR, Berapa Target Pricenya?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 10 Juli 2018 | 13:40 WIB

Berita Terkait

Saham TBIG dan TOWR, Berapa Target Pricenya?
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Prospek bisnis dan harga saham operator telekomunikasi memiliki kelebihan dari pada emiten penyewaan menara telekomunikasi.

Mandiri Sekuritas merekomendasikan untuk melirik saham operator telekomunikasi seperti PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dibandingkan PT Tower Bersama Infrastrukture Tbk (TBIG). Demikian mengutip hasil riset analis Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, Audrey Hanzdima dalam account twitter Mandiri Sekuritas, Selasa (10/7/2018).

"Kami mengubah preferensi kami terhadap operator telekomunikasi dibanding menara telekomunikasi pada semester kedua 2018 karena operator telekom dapat mengambil keuntungan dari momentum kenaikan harga mobile dibanding menara telekomunikasi."

Saat ini saham TOWR memiliki valuasi EV/EBITDA untuk periode 2018/2019 sebesar 8x/7,6x, diskon 30% TBIG dan std -2 dari rerata periode jangka panjang TOWR.

Namun, kinerja saham TOWR saat ini lebih baik, dari hasil kajian dengan dana posisi leverage perusahaan yang rendah dapat melindungi laba yang lebih baik terhadap keadaan volatilitas makro jangka pendek hingga menengah.

"Kami meyakini TBIG masih berada pada posisi yang lebih baik dalam mempertahankan kenaikan pertumbuhan profil penyewaan campuran dibanding TOWR. Kami lebih memilih TOWR dibanding TBIG berdasarkan valuasi."

Dalam target price Mandiri Sekuritas, menyiratkan valuation mutiples yang lebih tinggi untuk TBIG daripada untuk TOWR. Sebab dalam perkiraan kenaikan pertumbuhan pendapatan & EBITDA yang sejalan untuk TBIG selama periode jangka pendek hingga menengah. "Kami masih positif terhadap tren operasional."


Tanda peningkatan harga operator mobile di Semester II/2018, menambah keyakinan pada keberlanjutan pertumbuhan capex jaringan operator seluler pada 2018-2020. Keyakinan pada penyewaan menambah prospek untuk industri selama priode yang sama.

Perkiraan EPS lebih rendah karena implementasi PSAK16. "Kami menurunkan perkiraan Net Profit kami untuk TBIG 45-47% dan untuk TOWR sebesar 18-20% pada 2018-2019 full, karena kami mmperkirakan biaya tambahan depresiasi dan amortisasi (D&A) setelah pnerapan PSAK16 yang berlaku sejak Desember 2017 dan seterusnya."


Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun, dari 6,5% pada awal 2018 menjadi 7,5% hari ini. Sedangkan year to date rupiah terhadap US$ terdepresiasi sebesar 6%.

Untuk saat ini, keadaan ekonomi makro eksternal berubah lebih menantang dari yg diharapkan mengingat serangkaian perkembangan ekonomi makro yg tdk menguntungkan sejak awal tahun (ytd), yaitu kenaikan suku bunga acuan domestik sebesar 75 bps dalam 10 pekan terakhir.

Tetapi mempertahankan rekomendasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR, Rp600, BUY, TP Rp750) dengan TP baru Rp750 per lembar saham (pasca stock split 5: 1. Hal ini diikuti oleh perkembangan makro yang tidak menguntungkan, melemahnya rupiah dan kenaikan suku bunga.

"Kami menurunkan rekomendasi PT Tower Bersama Infrastrukture Tbk (TBIG, Rp4.990, BUY, TP Rp5.350 per saham menjadi NEUTRAL dengan TP baru sebesar Rp5.350 per saham."

Komentar

x