Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 01:22 WIB

Relaksasi LTV, Saham BBTN Makin Diburu Investor

Selasa, 10 Juli 2018 | 11:12 WIB

Berita Terkait

Relaksasi LTV, Saham BBTN Makin Diburu Investor
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat pasar modal, Haryajid Ramelan menilai, secara fundamental kinerja saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero/BBTN) tidak perlu diragukan.

Saham yang tahun lalu sempat mengalami kenaikan lebih dari 100% ini, termasuk saham yang masih menjadi skala prioritas pegangan investor institusi, seperti dana pensiun dan manajer investasi (fund manager).

"Menyikapi bisnis perbankan harusnya. Masih sangat menarik, termasuk tentunya kinerja fundamental dari BBTN," ujar Haryajid kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Menurut Haryajid, kondisi BTN saat ini, sangat diuntungkan dengan relaksasi aturan Loan to Value (LTV) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), ditambah skema baru dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahaan (FLPP), atau KPR bersubsidi. Di mana, KPR FLPP ini dananya 75% dari pemerintah dan 25% dari PT Sarana Multi Financial (SMF). "Ini tentu menguntungkan BTN dari sisi bisnis sehingga penyaluran KPR akan meningkat," kata Haryajid.

Upaya BBTN lainnya, lanjut Haryajid, menggenjot dana murah sehingga cost of fund menjadi lebih murah dan bisa membuat bunga kredit BTN tidak naik. Dengan strategi yang dilakukan manajeman tersebut, saham BBTN seharusnya bisa menguat ke level wajarnya. "Dengan penurunan saham BTN karena faktor global seharusnya menjadi peluang bagi investor kembali mengoleksi untuk investasi jangka panjang," papar Haryajid.

Saham merupakan instrumen jangka panjang, dan ini juga sudah terbukti bahwa saham perbankan telah banyak memberikan kontribusi keuntungan bagi investor yang mengkoleksi jangka panjang," tegas Haryajid.

Sementara, Direktur Keuangan & Treasury BBTN, Iman Nugroho Soeko mengungkapkan, kenaikan harga saham perseroan pada perdagangan saham Senin (9/7/2018), merupakan bentuk kepercayaan investor terhadap kinerja perusahaan.

"Kami akan berusaha keras agar kinerja keuangan hingga akhir tahun ini mencapai target. Kami optimistis pertumbuhan bisnis bisa mencapai 20%," jelas Iman.

Menurut Iman, untuk mencapai target bisnis tersebut, BTN akan melakukan efisiensi pada biaya operasional, peningkatan dana pihak ketiga (DPK) berbiaya rendah sehingga NIM terjaga dan pencapaian target fee based income.

"Jadi tidak perlu khawatir mengenai bisnis BTN yang kami bisa lakukan adalah membukukan kinerja yang sesuai dengan target dan itu baru akan dilihat investor atau masyarakat setelah laporan keuangan Juni, September dan Desember nanti keluar," papar Iman. [tar]


Komentar

x