Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 07:28 WIB
 

IHSG Diharapkan Bertahan di Atas 5.778-5.787

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 10 Juli 2018 | 08:29 WIB
IHSG Diharapkan Bertahan di Atas 5.778-5.787
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Analis mengharapkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (10/7/2018) dapat bertahan di atas support 5.778-5.787 untuk mengonfirmasi kenaikan lanjutan.

Di lain sisi, resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5.828-5.842. "Namun demikian, tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah," kata Reza Priyambada, analis senior CSA Research Institute di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Di awal pekan, pergerakan IHSG mampu berada di atas target resisten di kisaran 5.748-5.773 sehingga diharapkan level ini dapat mengkonfirmasikan kenaikan lanjutan.

"Terutama jika didukung oleh sentimen yang ada, di antaranya positifnya laju bursa saham global yang diikuti terapresiasinya rupiah dengan memanfaatkan pelemahan dolar AS karena kurang kuatnya data-data ketenagakerjaan," papar dia.

Ketahanan IHSG dan psikologis pelaku pasar pun, ditegaskan Reza, masih diuji terhadap sentimen yang akan muncul.

Selain itu, kata dia, positifnya laju bursa saham Asia meski pelaku pasar juga mencermati dampak dari mulai diberlakukannya tarif dagang antara Tiongkok dan AS, cukup membantu IHSG untuk kembali menguat.

"Pelaku pasar pun kembali masuk setelah melihat kondisi bursa saham AS di akhir pekan lalu yang juga positif," ucapnya.

Harapan akan tidak adanya crash ekonomi global akibat pengenaan tarif dagang di antara kedua negara tersebut dan harapan kebijakan tersebut tidak berdampak negatif secara jangka panjang, menurut Reza, membuat pelaku pasar berani untuk masuk.

"Bahkan IHSG pun sempat menguat 2 persen. Pelaku pasar pun memanfaatkan momentum yang ada untuk kembali masuk pada saham-saham yang mengalami pelemahan sebelumnya," tuturnya.

Kembali terapresiasinya rupiah memberikan tambahan sentimen positif meski diimbangi dengan masih adanya aksi jual investor asing senilai Rp485 miliar dan kenaikan tipis imbal hasil obligasi. [jin]

Komentar

x