Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 07:31 WIB
 

Pelemahan Data AS, Momentum Penguatan Rupiah

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 9 Juli 2018 | 11:09 WIB
Pelemahan Data AS, Momentum Penguatan Rupiah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Diperkirakan laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran 14.378-14.359. Masih adanya potensi melunaknya dolar AS jadi katalisnya terutama dengan adanya pelemahan pada beberapa data ekonomi AS.

Menurut Reza Priyambada, analis senior CSA Research Institute, pelemahan data AS, di antaranya masih meningkatnya klaim pengangguran yang dibarengi dengan tingginya angka pengangguran. "Begitu juga dengan kenaikan angka inflasi serta pertumbuhan angka gaji di bawah perkiraan sebelumnya," katanya di Jakarta, Senin (9/7/2018).

Kondisi tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjadi faktor penyeimbang untuk mempertahankan rupiah di zona hijaunya. "Meski demikian, tetap mencermati dan mewaspadai jika kenaikan ini hanya bersifat sementara," ucapnya mewanti-wanti.

Kurs rupiah terhadap dolar AS berhasil menguat di awal perdagangan Senin (9/7/2018). Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.05 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,26% ke level Rp 14.337 per dolar AS. Bersamaan dengan itu, indeks dolar AS untuk sementara melemah 0,03% ke level 93,9.

Sementara itu, kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) pada pagi ini pun menguat 0,53% ke Rp 14.332 per dolar AS. Pekan lalu, Jisdor berada di Rp14.409 per dolar AS.

Akhir pekan lalu, pergerakan rupiah mampu bergerak positif, bahkan melampaui target resisten 14.395 menuju ke 14.365-14.363 per dolar AS meski diiringi masih adanya kekhawatiran pasar terhadap imbas perang dagang yang dapat meningkatkan permintaan atas mata uang safe haven.

Selain itu, sejumlah mata uang lainnya terlihat menguat setelah pelaku pasar menahan diri terhadap dolar AS jelang dirilisnya data-data ketenagakerjaan. "Bahkan berkebalikan dengan kekhawatiran yang terjadi di dalam negeri, sejumlah mata uang lainnya pun juga terlihat menguat terhadap CNY seiring kekhawatiran adanya perang dagang dapat menghalangi akselerasi pertumbuha ekonomi Tiongkok," papar dia.

"Akibatnya, rupiah pun di pasar spot valas ikut terimbas naik seiring dengan pelemahan CNY dan dolar AS." [jin]

Komentar

x