Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 02:53 WIB
Hightlight News

IHSG Bisa Alami Konsolidasi Saat Perang Tarif

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 9 Juli 2018 | 01:03 WIB

IHSG Banyak Beban

Wall Street Manfaatkan Data Ekonomi

IHSG Banyak Beban

Sementara dari dalam negeri, IHSG berakhir turun 44,420 poin (-0,77%) ke level 5.694,912 pada akhir pekan. Investor asing melakukan net sell dengan menjual saham senilai Rp29 miliar di pasar reguler. Selama sepekan kemaren, IHSG melorot -1,8% dengan disertai oleh keluarnya dana asing sebesar Rp685 miliar di pasar reguler.

Diwarnai oleh sentimen Perang Dagang, IHSG kembali tertekan dan melanjutkan pelemahannya menjadi 3 pekan berturut-turut. Kuatnya sentimen negatif dari eksternal dan global, serta pelemahan nilai tukar rupiah membuat IHSG masih sulit untuk bangkit.

Rencana AS untuk mulai memberlakukan bea masuk tambahan sebesar 25% untuk 818 produk China senilai US$34 miliar yang dimulai pada tanggal 6 Juli kemaren, langsung dibalas oleh China yang juga mengenakan bea masuk 25% senilai yang sama untuk 659 produk AS.

Aksi saling balas ini membuat situasi ekonomi global kian tidak pasti sehingga meningkatkan kekhawatiran investor dan menyebabkan bursa saham di kawasan ASEAN termasuk Indonesia berguguran.

Dari dalam negeri, selain pelemahan nilai tukar rupiah, IHSG masih diterpa oleh sentimen negatif. BI memperkirakan defisit transaksi berjalan di kuartal II-2018 akan melebar menjadi 2,5% dari PDB, atau lebih besar dibandingkan kuartal I-2018 yang hanya sebesar 2,15% dari PDB.

Sentimen negatif juga datang dari rilis data cadangan devisa akhir Juni 2018 sebesar US$119,8 miliar, atau turun US$3,1 miliar dari posisi akhir Mei 2018. Kondisi ini yang membuat laju penguatan IHSG menjadi berat.

1 2

Komentar

x