Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 17:21 WIB
Hightlight News

Bagaimana Reaksi Pabrikan Mobil dalam Perang Tarif

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 8 Juli 2018 | 16:03 WIB

Dalih Ketidakadilan

Risiko Pengangguran AS

Dalih Ketidakadilan

Ketika mengkritik ketidakadilan tarif otomotif Eropa, Trump telah memanggil Daimler Jerman, yang membuat kendaraan Mercedes-Benz. Mobil AS dikenai tarif 10 persen saat diekspor ke Eropa, dibandingkan dengan tarif AS 2,5 persen. Namun, AS, memiliki tarif khusus untuk truk pickup sebesar 25 persen.

Para analis mencatat bahwa ironi adalah bahwa Daimler dan BMW memproduksi kendaraan di AS, seperti yang dilakukan pabrikan Jepang Honda, Toyota, dan Subaru. Mercedes-Benz AS International mengatakan di situsnya bahwa mereka memproduksi 286.000 kendaraan di Tuscaloosa, Alabama, pabrik, mengekspor mereka ke 135 negara tahun lalu.

Ia mengatakan mengekspor 70 persen dari SUV yang dihasilkannya, menjadikannya eksportir terbesar kedua di AS.

Daimler telah memperingatkan bahwa keuntungannya bisa disakiti oleh tarif.

General Motors berbicara menentang tarif, memperingatkan jika dilaksanakan mereka akan mengarah pada "GM yang lebih kecil." Dikatakan bahwa jika pembuat mobil tidak meneruskan biaya yang lebih tinggi, itu dapat menghasilkan investasi yang lebih sedikit, lebih sedikit pekerjaan dan upah yang lebih rendah. GM memiliki 47 fasilitas manufaktur AS dan mempekerjakan sekitar 110.000 orang.

"Penerapan tarif impor yang berlebihan dan berlebihan pada mitra dagang kami berisiko mengucilkan bisnis AS seperti GM dari pasar global yang membantu melestarikan dan menumbuhkan kekuatan kami di sini di rumah," kata GM.


 

1 2 3

Komentar

x