Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Juli 2018 | 15:57 WIB
 

Pasar Obligasi Berharap pada Apresiasi Rupiah

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 5 Juli 2018 | 08:55 WIB
Pasar Obligasi Berharap pada Apresiasi Rupiah
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan pasar obligasi dalam negeri yang hanya naik tipis diharapkan dapat bertahan seiring dengan mulai adanya kenaikan pada mata uang rupiah meski harus kembali diuji ketahanan kenaikannya.

"Selain itu, diharapkan sentimen dari dalam negeri dapat lebih baik untuk mendukung kenaikan lebih lanjut, terutama pada rupiah yang diharapkan dapat kembali terapresiasi," kata Reza Priyambada, analis senior dari CSA Research Insititute, di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Untuk itu, Reza mewanti-wanti para pemodal di pasar obligasi untuk tetap mencermati dan mewaspadai jika masih ada berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah.

Kemarin, lanjut Reza, masih fluktuatifnya rupiah membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi dan cenderung wait and see dalam menyikapi sentimen yang ada. "Meski pergerakan imbal hasil obligasi AS sebelum Libur nasional Kemerdekaannya cenderung turun namun, tidak banyak berimbas pada pergerakan obligasi dalam negeri," papar dia.

Pergerakan imbal hasil obligasi dalam negeri masih cenderung naik meski tidak terlalu besar. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 10,58 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 6,10 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 0,73 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik seiring mulai adanya aksi beli. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 92,06% memiliki imbal hasil 7,61% atau turun 0,09 bps dari sebelumnya di harga 91,73% memiliki imbal hasil 7,69%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 93,99% memiliki imbal hasil 8,11% atau turun 0,04 bps dari sehari sebelumnya di harga 93,62% memiliki imbal hasil 8,15%.

Pada Rabu (4/7/2018), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,37 bps di level 109,45 dari sebelumnya di level 109,05.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,07 bps di level 104,95 dari sebelumnya di level 105,02.

Pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,73% dari sebelumnya di level 7,84% dan US Govnt bond 10Yr di level 2,85% dari sebelumnya di level 2,82% sehingga spread di level kisaran 488,1 bps lebih rendah dari sebelumnya 502 bps.

Sedangkan pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,90%-9,91%.

Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,35%-10,40%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,35%-11,55%, dan pada rating BBB di kisaran 14,00%-14,05%. [jin]

Komentar

x