Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 18:25 WIB

Eropa Tetap Tolak Tarif Baru AS

Oleh : Wahid Maruf | Senin, 2 Juli 2018 | 21:37 WIB

Berita Terkait

Eropa Tetap Tolak Tarif Baru AS
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Indeks saham berjangka AS merosot pada hari Senin (2/7/2018), sebagai hari perdagangan pertama kuartal ketiga. Sebab bursa di seluruh dunia menarik kembali pada meningkatnya ketegangan perdagangan.

Dow Jones Industrial Average berjangka jatuh 140 poin, menunjukkan penurunan 129,41 poin pada pembukaan. Kontrak berjangka Nasdaq 100 dan S & P 500 juga menunjukkan penurunan tajam pada awal sesi perdagangan masing-masing.

Boeing, Caterpillar, dan General Motors semuanya turun setidaknya 0,7 persen di premarket. Perusahaan-perusahaan ini melakukan banyak bisnis di luar negeri dan peka terhadap perdagangan ketegangan.

Ketakutan seputar perang dagang potensial antara AS dan negara-negara besar lainnya terus mengganggu sentimen pasar di seluruh dunia.

Administrasi Trump dilaporkan mencari dalam menyusun RUU yang akan memungkinkan Gedung Putih untuk secara sepihak meningkatkan tarif perdagangan tanpa persetujuan kongres, menurut laporan Axios yang diterbitkan Minggu kemarin. Jika undang-undang bergerak maju, itu bisa berarti AS akan bertindak di luar kebijakan dan aturan World Trade Organization.

Di tempat lain, laporan Financial Times menyarankan agar AS dapat menerima putaran tarif baru senilai US$300 miliar. Namun, jika Washington bergerak maju dengan pungutan atas mobil di Uni Eropa.

Senin juga menandai hari perdagangan pertama di paruh kedua tahun ini. Ekuitas membukukan kinerja campuran di babak pertama, dengan komposit Nasdaq dan S & P 500 naik 8,8 persen dan 1,7 persen, masing-masing. Sementara Dow turun 1,8 persen. The small-caps Russell 2000, sementara itu, naik 7 persen untuk memulai 2018.

Data yang dijadwalkan untuk publikasi termasuk indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) pada 9:45 pagi ET, diikuti oleh laporan ISM Manufaktur pada belanja bisnis dan konstruksi pada pukul 10 pagi. Herman Miller dijadwalkan untuk mempublikasikan pendapatannya setelah bel.

Harga minyak tergelincir ke wilayah negatif, di belakang peningkatan pasokan dari Rusia dan Arab Saudi.

Pada hari Sabtu, Presiden Donald Trump tweeted bahwa dia meminta Raja Salman dari Arab Saudi. Tujuannya untuk memproduksi lebih banyak minyak "mungkin hingga 2.000.000 barel. Trump mengklaim kalau Raja Salman telah setuju.

Komentar

x