Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 21:34 WIB

Pasar Uang Cermati Perang Dagang AS-China

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 2 Juli 2018 | 08:11 WIB

Berita Terkait

Pasar Uang Cermati Perang Dagang AS-China
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Meski kenaikan suku bunga acuan merupakan sentimen sesaat untuk meredam gejolak rupiah, diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan.

Menurut Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas Indonesia, sentimen dari dalam negeri lainnya turut dinantikan pelaku pasar terutama rilis data-data ekonomi di awal bulan.

"Di sisi lain, pergerakan mata uang euro yang menguat setelah adanya kesepakatan terkait imigran turut diharapkan berimbas positif pada pergerakan rupiah," katanya di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Adapun rupiah, diestimasikan Reza, akan bergerak dalam kisaran support 14.368 dan resisten 14.295.

Sebelumnya, meski laju suku bunga acuan telah dinaikan sebesar 50 bps atau sesuai dengan keinginan pasar untuk meredam pelemahan rupiah lebih dalam, tidak banyak berimbas pada pergerakan rupiah yang hanya naik tipis.

"Pelaku pasar masih mencermati perkembangan dari potensi terjadinya perang dagang antara AS dan Tiongkok sehingga permintaan akan mata uang safe haven masih lebih besar," tuturnya.

Sementara itu, dari dalam negeri belum adanya sentimen terbarukan selain dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang memang ditunggu pelaku pasar.

"Adanya pernyataan Menko Perekonomian, Darmin Nasution, bahwa kenaikan tersebut mengikuti perkembangan global yang ada dan antisipasi terjadinya capital outflow cukup direspons positif," imbuhnya. [jin]

Komentar

x