Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 07:56 WIB

Rights Issue, Bukopin Genjot Modal Jadi 14%

Senin, 2 Juli 2018 | 07:54 WIB

Berita Terkait

Rights Issue, Bukopin Genjot Modal Jadi 14%
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin kepada PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) untuk menggelar rights issue. Rencana penerbitan saham baru tersebut pun ditengarai bakal berjalan mulus. Mengapa?

BBKP mendapat restu aksi korporasi itu pada Jumat (29/6/2018) pekan lalu sehingga rights issue ini akan memperkuat modal Bank Bukopin.

Selain itu, Rachmat Kaimudin, Direktur Keuangan Bank Bukopin mengatakan, pembeli siaga (stand by buyer) rights issue juga sudah ada, yaitu Kookmin Bank dari Korea Selatan. "Betul. Efektif sudah kami dapatkan," katanya di Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Bank milik Grup Bosowa ini akan menerbitkan saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 2,7 miliar saham. Adapun harga rights issue sekitar Rp500 sampai Rp700 per saham. Artinya, Bank Bukopin akan menyerap dana dari hasil rights issue sebesar Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun.

Dana yang diserap dari aksi korporasi ini nanti akan mereka gunakan untuk meningkatkan rasio modal. Setidaknya, Bukopin akan dapat mendongkrak rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) menjadi 14% dari saat ini 11%.

Rachmat menjelaskan, modal ini diperlukan bagi Bukopin untuk mengejar pertumbuhan kredit. Langkah awal, Bukopin akan fokus pada penyaluran kredit UMKM.

Asal tahu saja, Bukopin mencatat penurunan kredit 1,43% menjadi Rp67,22 triliun per Mei 2018, dari posisi sebelumnya senilai Rp68,20 triliun pada Mei 2017.

Apabila rencanarights issue tak berjalan sesuai rencana. Bank Bukopin juga telah menyiapkan rencana cadangan. Kata Rachmat, rencana cadangan tersebut antara lain dengan mencari investor lain, atau menerbitkan obligasi subordinasi.

Saat ini, porsi saham BBKP yang dimiliki oleh Negara Republik Indonesia sebanyak 11,43% saham, lalu PT Bosowa Corporindo 30%, Kopelindo 18,09% dan saham publik sebanyak 40,48%.

Heru Kristiyana Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK membenarkan restu rights issue Bank Bukopin tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Kookmin Bank akan menjadi pembeli siaga aksi korporasi itu.

Slamet Edi Purnomo, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK menambahkan, ada beberapa pertimbangan Kookmin Bank mendapatkan izin sebagai pembeli siaga rights issue Bank Bukopin.

"Pertama bank ini adalah bank terbesar di Korea dan sudah punya komitmen memperkuat permodalan dan pengembangan bisnis Bank Bukopin kedepan," kata Slamet. Penguatan bisnis Bank Bukopin ke depan ini dilakukan terutama di sektor kredit UMKM. [jin]

Komentar

x