Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 18:11 WIB

OJK Jamin Aman Likuiditas Sektor Keuangan

Sabtu, 30 Juni 2018 | 13:30 WIB

Berita Terkait

OJK Jamin Aman Likuiditas Sektor Keuangan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjamin, stabilitas jasa keuangan dan likuiditas pasar keuangan di Indonesia, terjaga.

Dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (30/6/2018), OJK menyebut sejumlah indikator terkini yang menunjukkan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi global berlanjut, dengan negara maju menjadi motor penggerak utama terutama perekonomian Amerika Serikat (AS).

Namun, momentum perbaikan perekonomian global ini, dibayangi kenaikan suku bunga kebijakan AS, krisis politik Italia dan kembali menguatnya tensi perang dagang, yang memberi sentimen negatif pada pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Gejolak di pasar global mendorong IHSG pada Mei 2018, melemah tipis sebesar 0,18%. Dan, ditutup di level 5983.6, dengan investor nonresiden mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp6,45 triliun.

Di pasar SBN, yield SBN tenor jangka pendek, menengah dan panjang masing-masing naik sebesar 46,3 basis poin (bps), 25,2 bps, dan 27,8 bps (April 2018: rata-rata meningkat 21 bps). Investor nonresiden mencatatkan jual bersih di pasar SBN sebesar Rp11,5 triliun.

Di tengah perkembangan pasar keuangan tersebut, kinerja intermediasi sektor jasa keuangan pada Mei 2018 terus menunjukkan perbaikan. Kredit perbankan tumbuh 10,26% secara yoy (April 2018: 8,94% secara yoy). Sementara piutang pembiayaan tumbuh 6,37% secara yoy (April 2018: 6,36% secara yoy).

Perbaikan kinerja intermediasi ini didukung pertumbuhan positif Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang tercatat 6,47% secara yoy. Sementara, premi asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi masing-masing tumbuh tinggi sebesar 31,49% dan 19,28% secara yoy.

Di pasar modal, penghimpunan dana di pasar modal sampai 22 Juni 2018 mencapai Rp89,3 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp60 triliun. Emiten baru tercatat sebanyak 20 perusahaan (Januari-Mei 2017: 10 perusahaan). Total dana kelolaan investasi hingga 22 Juni 2018 telah mencapai Rp729,3 triliun.

Di tengah sentimen yang mewarnai pasar keuangan domestik, risiko lembaga jasa keuangan yaiturisiko kredit, pasar, dan likuiditas masih terjaga pada level yang terkendali (manageable).

Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan tercatat sebesar 2,79 persen (April 2018: 2,79%) dan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,12% (April 2018: 3,01%).

Sementara permodalan lembaga jasa keuangan juga terjaga robust dengan CAR perbankan sebesar 22,45%, serta RBC asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 319% dan 442%.

Dalam hal ini, OJK akan terus memantau dinamika perekonomian global dan domestik, khususnya terkait laju kenaikan FFR, tren kenaikan suku bunga, dan perkembangan negosiasi dagang AS-Tiongkok.

Selain itu, OJK mempersiapkan serangkaian kebijakan untuk memastikan stabilitas pasar keuangan dan kinerja sektor jasa keuangan domestik tetap terjaga di tengah peningkatan volatilitas pasar. [tar]

Komentar

x