Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 01:11 WIB

BBTN Apresiasi Keputusan BI Longgarkan LTV

Sabtu, 30 Juni 2018 | 08:20 WIB

Berita Terkait

BBTN Apresiasi Keputusan BI Longgarkan LTV
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono sangat mengapresiasi relaksasi besaran maksimum nilai kredit (Loan to Value/LTV).

Keputusan ini merupakan angin segar terhadap bisnis properti di tanah air. "Dengan pelonggaran LTV, saya kira ini bisa mendorong permintaan daripada properti karena uang mukanya akan menjadi lebih kecil," kata Maryono ketika ditemui usai halalbihalal Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Jakarta, Jumat (29/6/2018) malam.

Ia mangatakan, pelonggaran LTV dapat mendorong masyarakat yang akan berinvestasi di rumah karena pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden.

Sementara terkait peningkatan suku bunga acuan atai BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin, kata dia, diimbangi oleh kemudahan untuk mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR), sangatlah positif.

"Kalau sektor properti sudah meningkat, otomatis memiliki dampak peningkatan PDB secara umum karena banyak faktor ekonomi yang ikut terdorong dengan peningkatan properti itu," kata dia.

Sementara, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pelonggaran LTV tidak hanya mempermudah pembeli rumah pertama, namun juga bagi pengembang.

"Memudahkan pengembang agar tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, karena pengembang dapat membangun dan menerima 'proceed' daripada permodalan secara lebih cepat," ujar dia.

Tiko, sapaan akrabnya menjelaskan, pelonggaran LTV ini perlu didukung stimulasi untuk mulai meningkatkan penjualan rumah maupun pembangunan rumah baru guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) melonggarkan syarat uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dengan membebaskan perbankan untuk memberikan besaran maksimum nilai kredit (Loan To Value/LTV) pembelian rumah pertama.

Dengan demikian, perbankan tidak terikat aturan pemberian besaran uang muka oleh nasabah. Perbankan bisa mensyaratkan pembayaran uang muka, termasuk kemungkinan uang muka nol persen, tergantung hasil penilaian manajemen risiko bank.

Sebelum revisi peraturan LTV ini, BI mengatur besaran LTV atau kredit pembelian rumah tahap pertama yang luasnya di atas 70 meter-persegi, adalah 85% dari total harga rumah.

Dalam peraturan sebelumnya, kreditur atau pembeli rumah harus bisa membayar uang muka (down payment) sebesar 15%. Setelah pelonggaran LTV ini, BI meniadakan atau menghapus syarat besaran LTV yang diberikan bank kepada nasabah untuk rumah pertama.

Bank yang bisa menikmati keringanan LTV ini adalah bank dengan rasio kredit bermasalah dari total kredit kurang dari 5% secara net (bersih). Selain itu, rasio kredit bermasalah untuk sektor properti dari bank itu juga harus kurang dari 5%. [tar]

Komentar

x