Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 13:25 WIB

Kredit Bisa Tumbuh 14% Dua Tahun Lagi

Berapa Potensi Harga Saham BBNI?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 25 Juni 2018 | 13:03 WIB

Berita Terkait

Berapa Potensi Harga Saham BBNI?
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memiliki potensi untuk mengalami pertumbuhan sebesar 14-15 persen dalam dua tahun mendatang.

Hal ini akan menopang tren kenaikan laba bersih BBNI periode 2018-2019 dan kenaikan pertumbuhan aset. Demikian mengutip hasil riset Mandiri Sekuritas dalam account twitternya, Senin (25/6/2018).

Margin bunga bersih (net interest margin, NIM) diprediksikan turun, sementara biaya kredit memiliki rentang 1,3%-1,5% dengan risiko potensial dari SML yang naik menjadi 4,5% pada Mar18 dari 3,8% pada Desember 2017.

Target price sebelumnya Rp8.000 berdasar valuasi PBV rasio 2018-19 dengan rerata 1,3x. "Kami masih merekomendasi NEUTRAL, dikarenakan valuasi PBV rasio 2018 sebesar 1,4x, pada STD -0,5 dari rerata valuasi semenjak 2001."

Saham BBNI tadi pagi dibuka pada Rp7.500 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham BBNI di Rp9.850 per saham pada penutupan 18 Desember 2017. Untuk harga terendah di Rp6.600 per saham pada penutupan 26 Juni 2017.

Sementara dari Banking Data per 8 April, Loans Picked-up but NPL Followed. Industri perbankan, sekali lagi, mencatatkan perkembangan dalam pertumbuhan kredit dan deposit, hingga pertumbuhan year on year hingga April 2018 tercatat sebesar +8,9% dan +8,1%.

Pertumbuhan kredit terbesar berasal dari bank BUKU III, dengan pertumbuhan year on year mencapai +17,4%. Bank dengan klasifikasi BUKU IV menyusul pada y-y +9,3%. Sementara itu, bank BUKU II dan BUKU I mencatatkan penurunan performa, dengan pencapaian year on year -11,2% dan -13,7%.

"Kami menduga hal ini berasal dari perpindahan beberapa bank dari BUKU II ke BUKU III. Bank syariah mencatatkan peningkatan performa dengan pertumbuhan y-y +7.3% dibandingkan +6.7% pada Maret 2018."

Untuk kredit konsumsi tetap kuat pada tingkat pertumbuhan y-y +11,2%, yang pada Maret sebesar +11,5% y-y. Kredit modal kerja memiliki pattern serupa dengan +8,7% y-y dimana pada Maret 2018 +8,8% y-y. Sedangkan kredit investasi tumbuh +6,9% y-y dimana pada Maret 2018 hanya +4,9% y-y.

Dari industri sektoral, secara year on year, kredit sector pertanian tumbuh +11,6%, manufaktur +4.8%, konstruksi +16,7%, ritel dan grosir +7,6%, dan perumahan +11,8%.

Tingkat likuiditas yang diukur dengan Loan-to Deposit Ratio (LDR) tumbuh hingga mencapai 89,9%. Namun, hal ini juga diiringi dengan peningkatan NPL, dimana mencapai 2,79%. Angka ini tumbuh dari sebelumnya 2,75% pada Maret 2018.

Dari sektor industri, terjadi variasi dalam perkembangan NPL: pertambangan, grosir dan ritel, dan transportasi mencatatkan penurunan NPL menjadi 5,93%, 4,12%, dan 3,42%. Konstruksi dan akomodasi F&B mengalami peningkatan dengan NPL menjadi 4,77% dan 6,49%.

Komentar

x