Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 20:16 WIB
 

Inilah Penopang Harga Emas

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 12 Juni 2018 | 08:01 WIB
Inilah Penopang Harga Emas
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, New York - Saat investor menunggu pertemuan kebijakan bank sentral utama dan KTT Amerika Serikat-Korea Utara pekan ini ini memicu harga emas naik pada akhir perdagangan hari Senin (11/6/2018).

Spot emas naik 0,15 persen menjadi US$1.299,90 per ons pada 3:55 siang. ET, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik 50 sen menjadi US$1.303,20.

Federal Reserve AS kemungkinan akan meningkatkan suku bunga targetnya ke atas tingkat inflasi untuk pertama kalinya dalam satu dekade minggu ini. Fed berusaha mempertahankan ekspansi AS terpanjang kedua dalam catatan sambil terus memangkas suku bunga lebih tinggi.

"Semua orang ada di sela-sela menunggu hasil rapat Fed. Ada tarik-menarik pandangan tentang pesan seperti apa yang akan dikeluarkan the Fed," kata Gianclaudio Torlizzi, mitra di konsultan T-Commodity di Milan seperti mengutip cnbc.com. "Pandangan pribadi saya adalah bahwa Fed akan terkejut dengan mode hawkish, yang akan melihat lonjakan dolar dan menghasilkan sell-off singkat dari logam mulia."

Itu akan membuka peluang bagi investor untuk melakukan emas dalam jangka panjang karena reli musiman diharapkan selama musim panas, Torlizzi menambahkan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, stabil pada 93,47.

Menimbang emas adalah tanda-tanda menggembirakan dari Presiden AS Donald Trump tentang pertemuan puncak dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura, mengurangi daya tarik safe haven emas.

Trump mengatakan, KTT pada Selasa dapat "berjalan dengan sangat baik" karena para pejabat dari kedua negara bertemu untuk mempersempit perbedaan tentang bagaimana mengakhiri nuklir di semenanjung Korea.

"Pasar dibuka diprediksi tenang menjelang kelimpahan peristiwa risiko minggu ini dan sepenuhnya mengabaikan Trump Presiden akan nakal di G-7," Stephen Innes, kepala perdagangan APAC di OANDA.

Dia menambahkan bahwa dengan moderat risiko geopolitik, itu akan menjadi Fed dan ECB yang akan memandu nasib jangka pendek emas.

Trump melemparkan upaya G-7 untuk menunjukkan front persatuan ke dalam kekacauan di akhir pekan. Selain keputusan Fed pada hari Rabu, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan juga memiliki pertemuan kebijakan pekan ini.

Komentar

 
Embed Widget

x