Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 12:07 WIB

Isu KTT G7 Memanas, Wall Street Menguat

Sabtu, 9 Juni 2018 | 13:09 WIB

Berita Terkait

Isu KTT G7 Memanas, Wall Street Menguat
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Saham-saham di Wall Street naik pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB, 9/6/2018). Lantaran investor mengabaikan kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan global.

Meski begitu, volume perdagangan relatif rendah menjelang pertemuan bank sentral di pekan depan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 75,12 poin, atau 0,30% menjadi berakhir 25.316,53 poin.

Indeks S&P 500 meningkat 8,66 poin, atau 0,31% menjadi ditutup 2.779,03 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 10,44 poin, atau 0,14% menjadi 7.645,51 poin.

Dow Jones membukukan sesi positif ketiga berturut-turut dan ditutup pada rekor tertinggi sejak Maret. Keuntungan Dow Jones pada Jumat (8/6/2018) disumbangkan Home Depot dan P&G. Harga saham kedua perusahaan ini, naik di atas 1% pada sesi penutupan pasar. Saham-saham lainnya dalam indeks utama juga berhasil mengamankan beberapa kemajuan.

Di sisi ekonomi, total persediaan pedagang grosir, kecuali cabang dan kantor penjualan produsen, setelah penyesuaian untuk variasi musiman tetapi tidak untuk perubahan harga, adalah US$630,2 miliar pada akhir April, naik 0,1% ketimbang Maret yang direvisi.Angka tersebut juga naik 5,8% dari April 2017 yang direvisi. Demikian disampaikan Departemen Perdagangan AS melaporkan, Jumat (8/6/2018).

Investor tampaknya mengesampingkan kekhawatiran tentang hubungan AS dengan mitra dagang utamanya. Negara-negara besar G7 memulai apa yang diperkirakan menjadi pertemuan tegang, setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump mengenakan tarif atas impor baja dan aluminium dari Kanada, Uni Eropa dan Meksiko.

Harapan untuk setiap terobosan pada pertemuan dua hari di La Malbaie, Quebec, rendah. "Sangat tidak mungkin akan ada komunike akhir," kata seorang pejabat G7 yang tidak mau disebutkan namanya.

Tetapi beberapa investor tampak ragu-ragu menjelang pertemuan bank sentral AS dan Eropa serta KTT Korea Utara-AS yang ditetapkan untuk 12 Juni.

"Ada banyak hal yang dapat dicerna oleh investor, tetapi ketika Anda memilah-milah kebisingan masih ada banyak kekuatan dalam ekonomi dan itulah yang membuat para investor tetap tertarik," kata Carol Schleif, Wakil Kepala Investasi, Abbot Downing di Minneapolis.

Secara spesifik, para investor fokus pada ekspektasi untuk pertumbuhan yang kuat di antara perusahaan-perusahaan AS, menurut Katrina Lamb, kepala strategi investasi dan penelitian di MV Financial, di Bethesda, Maryland.

Dia mengutip ekspektasi untuk pertumbuhan penjualan lebih dari tujuh persen tahun ini. Wall Street memperkirakan pertumbuhan laba 2018 mencapai 22,2%, menurut Thomson Reuters. [tar]

Komentar

x