Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 Juni 2018 | 18:34 WIB
 

BFI Finance Disomasi, Ini Kata BEI

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Jumat, 8 Juni 2018 | 03:37 WIB
BFI Finance Disomasi, Ini Kata BEI
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menolak permintaan PT Aryaputra Teguharta yang mengirim surat kepada BEI agar menghentikan sementara (suspend) atau delisting terhadap perdagangan saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Menurut BEI, suspensi tidak bisa dilakukan semudah itu. "Kami belum menerima surat tersebut, kalau pun sudah prosesnya tak segampang itu (suspend)," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Kantornya, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Samsul mengatakan bahwa jika somasi tersebut dilakukan oleh pemegang saham dan tidak ada kejadian yang mempengaruhi suatu perusahaan secara signifikan, maka BEI tidak bisa melakukan suspensi dan juga delisting saham BFIN.

Samsul menyebut bahwa suspensi ataupun delisting bisa dilakukan oleh BEI jika putusan terkait dengan somasi tersebut sudah diketok oleh pengadilan. Jika surat datang dari pemegang saham saja, hal tersebut tak bisa serta merta dilakukan BEI.

Sebelumnya PT Aryaputra Teguharta melakukan langkah hukum terhadap BFI Finance. Aryaputra melakukan somasi atas hak dividen di BFI Finance dan menuntut pembayaran Dwangsom (uang paksa).

Melansir pernyataan resmi APT, tuntutan itu tercantum dalam Putusan Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali Nomor: 240 PK/PDT/2006 tertanggal 20 Februari 2007 (Putusan PK No.240/2006).

Surat somasi tersebut diantarkan langsung oleh kuasa hukum APT, HHR Lawyers ke kantor pusat PTFI di Kawasan Sunburst, BSD, Serpong,Tangerang.

Sebelumnya APT juga mengirimkan somasi terkait gugatan atas hak saham di PTBFI, pada 16 Mei 2018. Pada surat somasi tersebut menegaskan sebagai pemilik dari 111.804.732 lembar saham atau 32,32% saham BFI Finance.

Pihak APT juga mengaku tidak pernah menerima hak-hak yang timbul selaku pemilik dan pemegang saham sah atas 32,32% saham di PTBFI, termasuk hak atas pembagian atau pembayaran dividen.

Merujuk pada kondisi tersebut, dalam surat Somasi Dividen dicantumkan jumlah nilai dividen yang dianggap belum pernah diterima APT kurang sekitar Rp644,8 miliar.

Sementara alam somasi Dwangsom, APT menuntut pembayaran sebesar Rp20 juta setiap hari apabila terlambat dalam mengembalikan saham-saham milik APT.

"Hingga saat ini uang Dwangsom yang disebut harus dibayar sebesar Rp78,38 miliar dan akan terus bertambah apabila BFI Finance belum juga mengembalikan saham-saham milik APT," kata salah satu tim kuasa hukum HHR Lawyers, Luthfi Putera.

Dalam somasi dividen tersebut, APT memberikan kesempatan waktu untuk BFI Finance untuk melakukan pembayaran Dwangsom hingga 7 Juni 2018. [jin]

Komentar

 
x