Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 22:02 WIB

Revisi Turun PDB RI masih Gerus Rupiah

Oleh : - | Kamis, 7 Juni 2018 | 18:48 WIB
Revisi Turun PDB RI masih Gerus Rupiah
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Kamis (7/6/2018) sore, bergerak melemah sebesar 22 poin menjadi Rp13.875 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.853 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra mengatakan, di Jakarta, Kamis (7/6/2018), bahwa depresiasi Rupiah terhadap dolar AS lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal.

Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia untuk tahun ini dari 5,3 persen menjadi 5,2 persen juga berkontribusi terhadap pelemahan rupiah.

"Penurunan proyeksi dari World Bank pasti memberikan dampak negatif bagi Rupiah, namun saya rasa faktor penggerak utamanya masih dari eksternal," ujar Putu.

Selain itu, lanjut Putu, jika dilihat sejak awal pekan Rupiah bisa dikatakan masih berkonsolidasi di rentang 13.830 -13.890.

Pada Kamis ini, pergerakan rupiah sendiri di kisaran Rp13.860 sampai Rp13.884 per dolar AS.

Dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) sendiri pada Kamis, tercatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.868 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.872 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Rabu (7/6) sore lalu, rupiah bergerak menguat sebesar 27 poin menjadi Rp13.853 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.880 per dolar AS.

Penguatan Rupiah saat itu dinilai masih dipengaruhi faktor eksternal yaitu kemungkinan terjadinya perang dagang yang semakin meluas dimana sebelumnya isu perang dagang hanya terjadi antara AS dengan China namun kini kemungkinan juga terjadi antara AS dengan Meksiko dan Kanada yang menyebabkan dolar tertekan.

Selain itu, pelaku pasar disebut juga masih menunggu pengumuman kebijakan moneter The Fed pekan depan untuk melihat proyeksi berapa kali lagi suku bunga akan dinaikkan di tahun ini. [tar]

Komentar

x